Takut Dibom seperti Ariana, Fan Minta Bieber Batalkan Konser

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 24/05/2017 11:18 WIB
Takut Dibom seperti Ariana, Fan Minta Bieber Batalkan Konser Justin Bieber ada jadwal konser di Inggris Juli mendatang. (Mike Windle/Getty Images for iHeartMedia/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para penggemar memohon kepada Justin Bieber agar membatalkan tur konser di Inggris. Bieber dijadwalkan menggelar konser di ruangan terbuka di Hyde Park, London Juli mendatang.

Permintaan itu datang menyusul adanya aksi teror bom bunuh diri yang terjadi saat konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris, Senin (22/5) malam waktu setempat.

Seperti dilaporkan Reuters, penggemar fanatik Bieber yang kerap disapa Beliebers takut konser idola mereka bakal diserang aksi teror seperti yang terjadi pada Ariana. Beliebers rela tak bertemu dengan Bieber di konsernya demi keselamatan sang idola dan para penonton.
Para penggemar itu lantas membanjiri media sosial Bieber dan manajemennya. Mereka memohon agar konser itu dibatalkan saja, meski beberapa sudah membeli tiket untuk menonton.


"Scooter, mohon, jika Anda benar-benar peduli dengan keselamatan Justin, kehidupan dan kesehatannya, batalkan konser di Inggris. Tolong. Tak peduli berapa pun banyaknya penjagaan, itu tidak menjamin adanya serangan. Tolong lindungi Justin dan Beliebers," kata pemilik akun @kailych sembari menyebut akun milik manajer Justin, Scooter Braun.

Kebetulan Braun juga adalah manajer Ariana yang konsernya terganggu ledakan.

[Gambas:Instagram]

"Saya hanya tidak ingin apa yang saya harapkan bakal berakhir sebagai malam yang menyenangkan akan berakhir seperti kemarin malam [tragedi Manchester],” kata Leanne Muray, penggemar yang sudah membeli tiket konser sang pelantun Sorry di Dublin, kepada Reuters.

Meski banyaknya permintaan membatalkan konser, perwakilan Bieber masih belum memberi tanggapan soal hal ini. Ariana sendiri langsung menunda sisa konsernya setelah ledakan.

Tragedi Manchester yang menyerang konser Ariana menyisakan duka yang mendalam. Tragedi itu menewaskan 22 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Ariana langsung pulang ke Florida setelah kejadian yang diduga dilakukan oleh seorang pemuda 22 tahun berdarah Libya itu.