'Soeharto' yang Melekat pada Amoroso Katamsi sejak Film PKI

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 12:20 WIB
'Soeharto' yang Melekat pada Amoroso Katamsi sejak Film PKI Amoroso Katamsi, pemeran Presiden Soeharto di tiga film layar lebar, termasuk PKI. (Dok. MNC Pictures via youtube.com (Dendy Romadhon))
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajahnya, mimiknya, gesturnya, sampai suaranya pun mirip dengan mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto. Amoroso Katamsi memang identik dengan peran sebagai Soeharto.

Sudah tiga kali aktor kelahiran 1940 itu memerankan Soeharto di layar lebar.

Yang terbaru untuk film Di Balik 98, yang tayang 2015 lalu. Film itu bercerita tentang demo 1998 yang dilihat dari beberapa sudut pandang: mahasiswa, etnis Tionghoa, militer, sampai presiden. Amoroso lagi-lagi memeranakn Soeharto yang mengundurkan diri di situ.



Peran Soeharto melekat padanya sejak pada 1982 ia memainkan sang presiden untuk film Djakarta 1966. Namun bukan itu yang membuatnya identik dengan Soeharto. Amoroso juga memainkan peran yang sama untuk film fenomenal Pengkhianatan G30S/PKI yang tayang 1984.

Film itu bukan hanya berhasil menjadi yang terlaris di bioskop Indonesia sejak 1984 sampai 1995 dan membawa pulang dua piala dari Festival Film Indonesia. Pengkhianatan G30S/PKI juga wajib diputar di televisi setiap tahun dan anak-anak sekolah harus menontonnnya.

Amoroso diunggulkan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik, tapi gagal bawa pulang piala.


Akting sudah menjadi dunia Amoroso sejak 1976, meski ia sebenarnya bukan berlatar belakang aktor. Ia justru pensiunan TNI AL. Pangkat terakhirnya Laksamana Pertama. Selain main film layar lebar sebagai Soeharto, ia juga ikut sinetron. Filmnya pun tak melulu soal Soeharto.

Film lain Amoroso termasuk Menanti Kelahiran (1976), Cinta Abadi (1976), Terminal Cinta (1977), Buah Terlarang (1979), Putri Seorang Jenderal (1981), dan banyak lainnya.

'Kesamaan' Amoroso dengan karakter Soeharto bukan hanya berkaitan dengan peran. Soal kekuasaan, ia juga sudah seperti sang jenderal.


“Waktu memerankan Soeharto pertama kali, film dibuat tahun 81, film yang sekarang dibuat 2014, jaraknya ternyata 32 tahun, saya jadi berasa menguasai selama 32 tahun,” Amoroso pernah berkata sembari berseloroh.

Itu membuatnya sama seperti Soeharto yang memerintah Indonesia juga selama 32 tahun.

Menurut alumnus UGM itu, tidak susah memerankan kembali karakter Soeharto meski ia sudah bertahun-tahun tak kembali menjadi sang presiden ke-dua di Indonesia. Katanya, ia tak perlu terlalu banyak mengubah karakternya, yang masih melekat padanya bertahun-tahun.

Amoroso Katamsi sebagai Soeharto di 'Di Balik 98.'Amoroso Katamsi sebagai Soeharto di 'Di Balik 98.' (Dok. MNC Pictures via youtube.com (Dendy Romadhon))
Di luar kehidupannya sebagai aktor, Amoroso merupakan ayah tiga anak, dari Pranawengrum Katamsi, Aning Katamsi dan Doddy Katamsi. Ketiga anaknya juga terjun ke dunia hiburan.