Ulasan Film: 'The LEGO Ninjago Movie'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 22/09/2017 18:35 WIB
Ulasan Film: 'The LEGO Ninjago Movie' Tim Ninja yang mengalahkan Garmadon di The LEGO Ninjago Movie. (Dok. Warner Bros. Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di mata masyarakat pulau Ninjago, Lord Garmadon adalah penjahat paling jahat. Ia membangun pasukan yang bermarkas di sebuah gunung berapi dan setiap hari menyerang kota.

Berkat aksi jahat itu, Lloyd selalu dirundung temen-temannya di sekolah. Ia anak Garmadon yang di satu menyesal karena ayahnya seorang penjahat, tapi di sisi lain selalu merindukan kasih sayang seorang ayah. Ia bahkan tak pernah diajari lempar-tangkap seperti anak lain.

Tapi seperti kata-kata Master Wu, semua harus dilihat dengan sudut pandang yang berbeda.



Perjalanan menuju sudut pandang yang berbeda itulah yang menjadi alur cerita The LEGO Ninjago Movie. Di awal film, diceritakan bagaimana jahatnya Garmadon, tapi selalu dikalahkan oleh enam ninja dengan kendaraan keren yang identitasnya misterius.

Mereka adalah kebanggaan dan pahlawan yang selalu dielu-elukan Ninjago.

Tapi kemudian diketahui bahwa mereka sebenarnya hanya sekumpulan anak remaja yang didukung Master Wu, saudara Garmadon. Salah satunya bahkan Lloyd, putra Garmadon sendiri.

Lord Garmadon, penjahat di The LEGO Ninjago Movie.Lord Garmadon, penjahat di The LEGO Ninjago Movie. (Dok. Warner Bros. Pictures)
Bukan hanya kejutan bagi masyarakat Ninjago, itu juga membuat Garmadon syok. Namun itu tak mengurungkan niatnya untuk kembali menyerang Ninjago dengan teknologi yang lebih canggih.

Tak diduga, perkelahian sengit mereka membangunkan monster yang hanya muncul saat ‘ultimate weapon’ diaktifkan. Monster itu lantas menghancurkan kota Ninjago, sementara keenam ninja, Master Wu dan Garmadon terungsikan ke sebuah hutan terlarang.

Pengalaman di hutan itu pun menjadi perjalanan pendewasaan Garmadon dan Lloyd.


The LEGO Ninjago Movie merupakan film ketiga dari dunia LEGO, setelah The LEGO Movie dan The LEGO Batman Movie. Benang merah di antara ketiganya bukan hanya karakter yang sama-sama berwujud animasi LEGO, melainkan kuatnya hubungan kekeluargaan di dalamnya.

Seperti film-film sebelumnya, The LEGO Ninjago Movie masih menampilkan dialog dengan tempo cepat dan guyonan kocak yang kadang menyindir. Namun film ini juga menyimpan momen-momen mengharukan, terutama tentang keluarga, yang bisa menggelitik kantung air mata.

The LEGO Ninjago Movie menyimpan begitu banyak pelajaran penting untuk ditonton anak-anak. Bukan hanya soal hubungan ayah dan anak yang bisa pasang surut, tetapi juga keberanian mengikuti kata hati, perundungan sampai pentingnya melihat dari sudut pandang berbeda.

[Gambas:Youtube]

Ini bisa dibilang cara menyerap pelajaran hidup yang menyenangkan.

Sayangnya, dunia lego seperti terjebak pada plot yang itu-itu saja.

Beberapa adegan di The LEGO Ninjago Movie mirip seperti The LEGO Movie. Adegan klimaks pun bisa dengan mudah ditebak. Namun, itu terlupakan dengan adegan-adegan yang lucu.

Lloyd yang ternyata merupakan anak Garmadon adalah Ninja Hijau.Lloyd yang ternyata merupakan anak Garmadon adalah Ninja Hijau. (Dok. Warner Bros. Pictures)
Ingin menonton film yang dibintangi Jackie Chan dan Dave Franco ini bersama anak-anak? The LEGO Ninjago Movie sudah bisa ditonton di bioskop Indonesia sejak 20 September lalu. Akhir pekan panjang ini bisa jadi momen tepat membawa si kecil ke bioskop menonton film.