Dituduh Memperkosa, Rapper Nelly Sempat Masuk Bui

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 09/10/2017 13:22 WIB
Dituduh Memperkosa, Rapper Nelly Sempat Masuk Bui Nelly sempat ditahan polisi atas tuduhan tindak perkosaan kepada seorang wanita saat sang bintang tengah tur konser di Washington, AS. (Jason Merritt/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper Nelly sempat ditahan polisi atas tuduhan tindak perkosaan kepada seorang wanita saat sang bintang tengah tur konser.

Nelly ditahan di Washington pada Sabtu (7/10) kemarin. Melansir E! News, berdasarkan rekaman penjara, musisi bernama asli Cornell Hayness Jr itu kemudian dilepaskan dari tahanan keesokan paginya.

Pengacara yang ditunjuk Nelly, Scott Rosenblum, mengungkapkan bahwa tuduhan yang ditujukan kepada kliennya adalah tidak benar.



“Pada 3.48 dini hari, seorang wanita menelepon 911 untuk melaporkan bahwa dia telah dilecehkan secara seksual oleh seorang pria, yang dikenal sebagai rapper Nelly,” ujar pernyataan Departemen Kepolisian Auburn.

“Menurut laporan itu, pemerkosaan diduga terjadi di bus tur yang diparkir di lokasi terdaftar. Nelly telah tampil di White River Amphitheater beberapa jam sebelumnya. Setelah petugas patroli menginvestigasi kejadian, pada 4.37 dini hari Nelly ditahan di fasilitas penjara SCORE. Kepolisian Auburn tengah melanjutkan investigasi kejadian ini,” lanjut pernyataan itu.

TMZ melaporkan, wanita yang melaporkan Nelly mengklaim bahwa keduanya bertemu di sebuah kelab di Washington pada Jumat (6/10) malam dan kemudian bersama-sama bertolak ke bus tur Nelly, di mana rapper yang kini berusia 42 tahun itu memaksanya untuk melakukan hubungan seksual tanpa kondom.

Wanita pelapor itu mengaku menolak permintaan Nelly. Selain itu, menurutnya, Nelly juga sempat menawarinya uang, yang kemudian ditolaknya.


Meski demikian, pengacara Nelly, Scott Rosenblum mengatakan kepada E! News bahwa itu semua hanya akal-akalan wanita itu saja.

“Tak mengejutkan bagi saya bahwa dia [wanita yang melapor] ingin ceritanya dipublikasikan. Itu adalah aturan main bagi seseorang dengan sebuah agenda dan sudah jelas bahwa dia memilikinya. Agendanya adalah uang, popularitas dan kemahsyuran,” ujarnya.

Rosenblum mengaku bahwa dia membayar seseorang untuk menyelidiki kasus itu.


“Kami akan mampu menunjukkan hal itu dengan bukti-bukti objektif dan saksi mata netral bahwa wanita itu memiliki kredibilitas nol. Dia adalah seseorang yang membuat tuduhan berbahaya untuk menggapai tujuannya sendiri,” katanya.

Nelly kemudian mencuit sebuah pernyataan terkait keluarnya dia dari penjara pada Sabtu lalu.

“Saya sangat syok bahwa saya menjadi target dengan tuduhan yang tidak benar. Saya benar-benar tak bersalah. Saya percaya diri bahwa saat faktanya terungkap, itu akan menjadi sangat jelas bahwa saya adalah korban sebuah tuduhan yang tidak benar,” tulisnya.