Hal itu disampaikan musisi asal Kanada ini saat ditemui CNNIndonesia.com dan sejumlah awak media di Singapura beberapa waktu lalu. Dia menyatakan lebih memilih untuk melakukan hal lain ketimbang harus kembali berada di dapur rekaman.
"Menurut saya, seorang juara harus tahu kapan waktunya untuk berhenti. Saya pikir, saya memiliki banyak hal untuk dilakukan. Saya senang tur, tampil secara langsung, juga untuk broadway atau musikal. Saya senang berada di sekitar bakat baru, melakukan Asia's Got Talent, juga banyak acara televisi,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Foster membuat pengecualian untuk pernyataannya tersebut. Dia mengatakan bahwa hal itu tak berlaku jika dirinya diminta untuk kerja sama kembali dengan Michael Bublé.
"Sudah setahun saya tidak pergi ke studio rekaman. Saya tidak akan rekaman kembali, kalaupun harus, hanya satu dan itu untuk Michael Bublé, karena saya mencintai Michael, dengan vokalnya yang luar biasa. Tidak selain Michael," ujarnya tegas.
"Setiap kali saya bepergian itu untuk bekerja. Saya ke Singapura, tapi saya bekerja. Saya ingin pergi mengunjungi Antartika, di sana tidak ada musik, jadi saya tidak perlu bekerja," katanya sembari tertawa.
Keberadaan Foster di Singapura beberapa waktu belakangan ini diketahui karena keterlibatannya sebagai salah satu juri Asia's Got Talent musim kedua. Selain itu, dia pun menjadi mentor untuk empat musisi baru asal Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam program AirAsia Dreams Come True.
Empat musisi tersebut yakni Abirama (Indonesia), Kuizz (Malaysia), Miss Lou (Singapura) dan IV Spades (Filipina).