Fakta Sukses Hingga Tragis di Balik Lagu 'Creep' Radiohead

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 09/01/2018 13:48 WIB
Fakta Sukses Hingga Tragis di Balik Lagu 'Creep' Radiohead Sempat tak jadi diputar karena dianggap terlalu sedih, 'Creep' milik Radiohead mencapai kesuksesan setelahnya bahkan memiliki pengaruh cukup mengerikan. (REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lagu Creep milik band rock Radiohead belakangan tengah hangat jadi perbincangan karena tudingan penjiplakan oleh Lana Del Rey. Lagu terbaru Rey, Get Free dianggap band asal Inggris itu memiliki kemiripan dengan lagu mereka.

Lagu Creep merupakan lagu debut Radiohead yang dirilis pada 21 September 1992 dan menjadi bagian dalam debut album mereka, Pablo Honey (1993). Saat pertama kali dirilis, lagu tersebut tidak menunjukkan kesuksesannya menjadi hit nomor satu ke dalam daftar tangga lagu.

Radio 1 Inggris menyebut lagu tersebut terlalu menyedihkan dan mereka menahannya untuk tidak memainkan lagu tersebut.



Jelang akhir 1992, DJ Yoav Kutner sering memainkan "Creep" di radio Israel dan kemudian menjadi hit nasional. Radiohead dengan cepat mengatur tanggal tur di negara tersebut untuk memanfaatkan kesuksesan tersebut.

Bukan hanya di Israel, Creep memiliki kesuksesan serupa di negara-negara Selandia Baru, Spanyol, dan Skandinavia. Di waktu yang sama, stasiun radio San Francisco KITS menambahkan lagu itu ke dalam daftar putar dan diikuti stasiun radio di sepanjang Pantai Barat Amerika.

Lagu itu pun populer di Amerika dan menempati posisi 34 di Billboard Hot 100 pada 1993. Pada saat Radiohead pergi ke Amerika Serikat, mereka terkejut dengan keberhasilan lagunya.

[Gambas:Youtube]

Thom Yorke sang vokalis Radiohead mengatakan kepada media Melody Maker pada 1993 bahwa banyak jurnalis salah paham dengan lagunya dan menganggap lagu tersebut hanyalah sekadar candaan.

Kesuksesan Creep di Amerika Serikat ternyata memunculkan dorongan kepada Radiohead untuk merilis ulang lagu tersebut di Inggris.

Basis Radiohead Colin Greenwood mengatakan, ada tekanan luar biasa dari radio, media, perusahaan rekaman, termasuk penggemar mereka sendiri kepada mereka untuk merilis ulang lagu itu.


Radiohead kemudian merilis ulang Creep pada 1993 dan lagu itu melesat ke posisi tujuh di tangga lagu Inggris yang disusul gema kesuksesan hingga kini.

Creep telah dinobatkan menjadi peringkat 31 dalam 100 Lagu Terbaik Tahun '90-an versi VH1 serta peringkat tiga dalam 50 Lagu Indie Terbaik Sepanjang Masa.

Menurut Greenwood, lagu itu ditulis Yorke kala menempuh pendidikan di Universitas Exceter pada akhir 1980-an.

Sementara, gitaris Jonny Greenwood mengatakan bahwa lagu tersebut terinspirasi dari seorang gadis yang dikejar Yorke dan secara tak disangka menghadiri pertunjukan Radiohead.

Riwayat Jiplak

Kasus tudingan penjiplakan yang mewarnai Creep bukan hanya terjadi saat ini dengan Lana Del Rey. Bahkan ketika dirilis, Creep pernah disebut digugat lantaran mirip dengan lagu milik Hollies, The Air That I Breath pada 1974.

Kala itu, Radiohead hanya mengakui adanya kesamaan antara dua melodi lagu dan struktur akord. Gugatan tersebut pun akhirnya diselesaikan di luar pengadilan.

Penulis lagu The Air That I Breath, Albert Hammond dan Mike Hazlewood kemudian didaftarkan sebagai penulis lagu Creep sehingga berhak mendapatkan royalti.

"Karena mereka jujur, mereka tidak dituntut. Jadi akhirnya kami mendapat bagian kecil," kata Hammond kala itu.

[Gambas:Youtube]

Pengaruh Buruk

Menurut laporan NME pada 2015, kepopuleran lagu Creep sebagai budaya pop menjadi salah pemicu hal yang tak diinginkan. Seorang pembunuh di Inggris menyebut bahwa lagu itu mendorong ia melakukan pembunuhan.

Dari penjara, sang pembunuh menulis sebuah surat yang menyeramkan kepada Radiohead dan merasakan bahwa ia adalah karakter dalam lagu Creep.

"Si pembunuh itu mengatakan, 'saya adalah 'creep' dalam lagu tersebut. Saya membunuh korban saya. Lagu itu membuat saya melakukannya. Itu bukanlah saya, itu adalah kata-kata di pikiran saya'. Saya merinding membacanya," kata Yorke.


Selain itu pada 2014, dalam sebuah laman yang banyak mengisahkan soal kasus bunuh diri, terdapat sebuah kisah pelaku yang mengakhiri hidupnya setelah mendengar lagu Creep saat depresi.

Si penutur, yang merupakan teman pelaku, menceritakan kejadian kehilangan kekasih membuat pelaku depresi. Dalam kondisi tersebut, pelaku terjebak dalam narkoba dan alkohol.

"Dia mendengarkan dan kecanduan dengan lagu itu. Sampai akhirnya dia menyerah tak dapat melakukan apa-apa lagi." kata sang penutur.


Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Into The Light (pendampingan.itl@gmail.com) untuk penduduk Jabodetabek atau Inti Mata Jiwa untuk penduduk Yogyakarta dan sekitarnya (intimatajiwa@gmail.com). (end)