Ruang Pameran Seni Islam di Louvre Ditutup karena Kebanjiran

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 25/01/2018 08:00 WIB
Ruang Pameran Seni Islam di Louvre Ditutup karena Kebanjiran Sebagian ruang pameran Museum Louvre di Paris terpaksa ditutup karena naiknya air sungai Seine. (REUTERS/Pascal Rossignol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan deras yang mengguyur Paris beberapa pekan belakangan membuat tingkat air di sungai Seine melonjak dan museum Louvre kebanjiran. Akibatnya, museum itu harus menutup area pameran di bagian basemen pada Rabu (24/1) waktu setempat.

Ruangan yang ditutup adalah tempat memamerkan kesenian Islam.

Diberitakan Reuters, Louvre memutuskan menutup galeri di basemen karena sebagian besar bangunan museum terbesar di dunia yang koleksinya termasuk lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci itu berbatasan langsung dengan sungai Seine.



Meski bagian basemen ditutup, tidak dijelaskan apakah koleksi seninya dipindahkan. Yang jelas, menurut pernyataan resmi dari Louvre ada tim khusus yang memantau situasi.

Level air yang tinggi di Seine membanjiri sisi jalan pekan ini. Ketinggian air di sungai itu bahkan dilaporkan terlalu berbahaya bagi kapal-kapal di Paris melintasi bagian bawah jembatan tua yang menghubungkan dengan katedral Notre Dame.

Wisatawan di Paris pun diminta menjauhi lokasi karena dikhawatirkan terjebak air.


Bukan hanya Louvre yang terpaksa tutup. Enam stasiun kereta di sekitar Seine termasuk St Michel yang banyak menjadi tempat pemberhentian wisatawan pun diminta tak beroperasi.

Louvre juga pernah ditutup karena masalah serupa pada 2016. Beruntung, tidak ada kerusakan dilaporkan. Meski begitu, banjir pernah menghancurkan Paris pada 1910, mengutip Reuters.

Saat itu air di sungai Seine naik sampai 8,65 meter. Sebelumnya, level air tertinggi pernah juga terjadi pada 1658. Saat ini, menurut prediksi peramal cuaca, hujan dan banjir bisa membuat air di Seine naik hingga 6 meter, dengan kenaikan air 1-2 centimeter per jam.


Departemen koleksi seni Islam di Louvre Paris dipimpin oleh Yannick Lintz, yang pernah mengunjungi Jakarta beberapa waktu lalu. Itu merupakan tindak lanjut dari upaya Jakarta Islamic Centre mengunjunginya di Paris pada September 2015.

Louvre, terutama departemen koleksi seni Islamnya, bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan rencana pembangunan museum seni Islam di kawasan Jakarta Islamic Centre.

Koleksi seni Islam di Louvre dipamerkan di ruangan seluar sekitar 3.000 meter kubik. Kebanyakan koleksinya, yang disertai narasi dan disusun secara kronologis, kebanyakan berasal dari Timur Tengah. Departemen koleksi seni Islam di sana dibuka pada 2012. (rsa)