Mata Melotot Benyamin Jadi Inspirasi Reza Rahadian

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 07:05 WIB
Mata Melotot Benyamin Jadi Inspirasi Reza Rahadian Reza Rahadian menonton banyak film dan mengamati banyak foto sebagai referensi memerankan Benyamin Sueb. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Reza Rahadian sempat menjadi kontroversi saat diminta memainkan Pengki dalam film Benyamin: Biang Kerok. Ia dianggap kurang pantas, kurang berisi sampai terlalu tampan.

Namun jika melihat cuplikan Benyamin: Biang Kerok, Reza seakan menghalau keraguan itu.

Matanya yang membesar, tariannya yang lincah, sampai suaranya yang 'cablak,' mirip sang komedian legendaris. Reza memang mempelajari hampir tiap lekuk dari sosok legendaris Benyamin Sueb kala memerankan karakter Pengki pada 1971 dalam film berjudul sama.



Kata Reza saat bertandang ke kantor CNNIndonesia.com, Selasa (13/2), ia belajar mulai dari penampilan, gelak tawa, bentuk suara, hingga gestur khas seniman asal Betawi itu.

Yang paling membekas di benak Reza adalah cara Benyamin melotot. Menurut Reza, itu adalah gaya andalan Benyamin saat difoto. Ia pun menerapkan itu saat memerankan Pengki.

"Itu [pose melotot] banyak banget. Jujur itu merupakan salah satu referensi saya. Jadi ketika bermain referensinya dari foto, karena foto itu bukan gambar yang bergerak," katanya. Ia berpikir, "Seandainya saya di foto apakah saya akan mendapatkan mimik itu?"

[Gambas:Instagram]

Referensi yang dilihatnya bukan hanya foto. Reza juga menonton film-film Benyamin terdahulu, video-video yang menampilkan ciri khasnya, bahkan menggali cerita dari aktris senior Christine Hakim yang pernah beradu akting dengan Benyamin.

Dari film-film, Reza juga belajar menirukan suara khas Benyamin.

"Jadi dua film-Benyamin: Biang Kerok dan Si Doel Anak Modern-yang saya tonton jadi referensi, bukan saya ambil karakternya tapi suaranya. Jadi saya tonton di HP, lalu dengar pake earphone. Kadang HP-nya saya taruh terus film tetap jalan," ia mengatakan.

Lanjut Reza, "Saya dengerin, 'Oh gini, cengkoknya Babe [sapaan Benyamin] ada gini, kalau nyanyi kadang sangat western, kadang bisa sangat bulat, tapi bisa begitu.'"

[Gambas:Youtube]

Reza memang tak hanya akan berakting. Ia juga menyanyi dan menari di Biang Kerok.

Namun, lagu itu tidak akan mirip dengan versi yang dinyanyikan Benyamin dahulu. "Banyak hal yang Mas Hanung [sutradara] kembangkan supaya relevan dengan anak 'zaman now.' Seperti lagu yang dimainin, lagu yang populer di zamannya, tetapi dengan instrumen kekinian."

Diceritakan Reza, karakter Pengki dalam versi baru Benyamin: Biang Kerok adalah anak Betawi yang melek teknologi. Tapi Benyamin: Biang Kerok tak hanya akan menampilkan komedi. Dalam film itu, Pengki juga punya misi, yang mengantarnya bertemu Aida Mustafa.


Sosok itulah yang membuatnya jatuh hati.

Aida diperankan Delia Hussein, aktris pendatang baru. Di film terdahulu, karakter itu dimainkan Ida Royani. Delia menceritakan, "Aida itu wanita muda, bukan hanya personal yang menarik, tapi jiwa sosialnya tinggi, lembut dalam bersikap dan bicara."

Chemistry-nya dengan Reza sudah terbangun sejak pertama. Kata Reza, asal ia bisa mengobrol dengan lawan mainnya, dan dirasanya Delia merespons dengan baik, ia menganggap itu sebagai sebuah chemistry. Artis lama atau baru, tua atau muda, tidak menjadi masalah baginya.

Tak susah menemukan chemistry bagi Reza Rahadian dan Delia Hussein.Tak susah menemukan chemistry bagi Reza Rahadian dan Delia Hussein. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Reza tak sabar menanti Benyamin: Biang Kerok mejeng di bioskop 1 Maret mendatang.

Padahal awalnya ia sempat ragu saat diajak bermain oleh Hanung. Namun yang membuatnya tertarik, Benyamin: Biang Kerok bukanlah biopik atau film biografi tentang Benyamin.

"Film ini terinspirasi dari film berjudul sama. Senangnya itu, karena masing-masing pemain punya kesempatan eksplor lebih jauh. Kalau biopik kan sudah ada patokan, kayak saat perankan Habibie enggak bisa macam-macam, karena ada guideline yang harus diikuti."


Meski begitu, ia tetap harus memerankan Benyamin dengan baik.

"Karena Mas Hanung ingin tetap ada Benyamin-nya dong, kumisnya, gelak tawanya, bentuk suaranya, gesturnya," kata Reza, yang sampai sengaja membuat rambutnya mirip Benyamin. (rsa)