FOTO: Kenangan Lawas dari Kaca Bahan Nuklir

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 07:55 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Uranium bukan hanya bahan untuk nuklir, tapi sebelum 1960 senyawa kimia itu digunakan sebagai warna kuning dan hitam glasir keramik juga kaca.

Kanan: vas kaca uranium yang berpendar dalam cahaya ultraviolet. Kiri: dalam cahaya normal. Uranium bukan hanya bahan untuk nuklir, tapi sebelum 1960 bahan kimia itu digunakan sebagai warna kuning dan hitam glasir keramik juga kaca. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Kanan: piring yang terbuat dari keramik uranium berpendar dalam cahaya ultraviolet. Kiri: dalam cahaya normal. Uranium oksida atau urania sempat digunakan sebagai pewarna kaca dan keramik sebelum era Perang Dunia II. (REUTERS/Stefan)
Atas: guci keramik uranium berpendar dalam cahaya ultraviolet. Bawah: dalam cahaya normal. Keramik atau kaca yang diberi uranium oksida menjadi berwarna hijau hingga kuning saat dibakar sesuai dengan reaksi oksidasi dan reduksi. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Kiri: Botol kaca uranium berpendar dalam cahaya ultraviolet. Kanan: dalam cahaya normal. Kaca uranium menjadi barang khas dalam dunia koleksi. Warnanya yang lembut, kaca uranium mampu bercahaya berasal dari senyawa kimia yang ada di dalamnya. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Kanan: Jam dengan bahan kaca uranium buatan 1950 berpendar dalam sinar ultraviolet. Kiri: dalam cahaya normal. Sejumlah barang antik dari kaca uranium ini milik Peter Marti dan Markus Berner yang menjualnya di rumah mereka di Wangen an der Aere, Swiss. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Mereka menemukan beberapa koleksi kaca uranium ini di sebuah pasar loak di Swiss. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Seperti pada kolektor kaca uranium lainnya, mereka tertarik pada pearline yang sempat diciptakan oleh sejumlah perusahaan, sebagian besar di Inggris, pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Yellow pearline biasa disebut vaseline, karena warnanya mirip dengan warna petroleum jelly. Kecuali bila terpapar sinar ultraviolet, warnanya berubah menjadi hijau terang. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Koleksi kaca tersebut mengandung radioaktif yang memiliki tingkat gelombang setara dengan microwave, sehingga dinilai aman bagi kesehatan. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Tak lagi digunakan dalam perabotan rumah tangga, kaca uranium menjadi pengingat akan penggunaan bahan radioaktif yang dekat dalam kehidupan sehari-hari di masa lampau. (REUTERS/Stefan Wermuth)