Tak Laku Ditonton di TV, Tarif Iklan Oscar Malah Naik

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 16:55 WIB
Tak Laku Ditonton di TV, Tarif Iklan Oscar Malah Naik Meski menyuguhkan beragam gimik, penonton Oscar secara live di televisi tahun ini terendah sejak 2008. (Kevin Winter/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ajang penganugerahan Piala Oscar pada Minggu (4/3) malam di Dolby Theatre, Los Angeles boleh jadi penuh gimik. Mulai hadiah jet ski untuk pemberi pidato kemenangan tersingkat, bagi-bagi camilan, sampai sindiran soal kesetaraan gender dan pelecehan seksual.

Namun ajang penghargaan tertinggi bidang perfilman yang berjalan mulus tanpa ada tragedi salah baca Film Terbaik meski pengumumannya masih dipresentasikan oleh Warren Beatty dan Faye Dunaway itu masih terbilang memperoleh penonton yang sedikit.

Data Nielsen bahkan mencatat bahwa Oscar 2018 yang ditayangkan secara resmi di ABC itu adalah acara dengan penonton televisi terendah sepanjang sejarah Amerika Serikat.



Menurut data yang diungkap stasiun televisi ABC, hanya ada 26,5 juta penonton di AS yang menyaksikan gelaran berdurasi sekitar empat jam itu secara langsung. Jumlah itu semakin menurun dari tahun-tahun sebelumnya, seperti diberitakan dan dibandingkan Reuters.

Tahun lalu, jumlah penonton Oscar 32,9 juta orang. Itu yang terendah dalam sembilan tahun terakhir, setelah Oscar mendapat hanya 32 juta penonton pada 2008. Ternyata penonton tahun ini jauh lebih rendah dari itu. Namun, angka itu tak bisa dijadikan patokan 100 persen.

Sebab data yang dikumpulkan Nielsen hanya untuk penonton televisi konvensional saja, tidak menghitung mereka yang menonton secara digital atau streaming dan mobile.


Meski begitu, harga iklan untuk acara live Oscar justru meroket dibanding tahun lalu. Mengutip Reuters, itu karena pengiklan percaya bahwa mereka yang menonton televisi secara konvensional lebih cenderung menyaksikan iklan ketimbang yang menontonnya dengan digital.

Sumber dalam ABC yang terpercaya dan kapabel menyebut, ruang iklan untuk acara live Oscar terjual penuh. Harga yang ditawarkan rata-rata US$2,6 juta (Rp35,7 miliar) untuk 30 detik.

Tahun lalu, harganya hanya US$1,9 juta (Rp26,1 miliar) per 30 detik. Menurut data perusahaan riset Kantar Media, ABC mendapat US$128 juta (Rp1,7 triliun) tahun lalu dari penyiaran live Oscar. Mereka mendapat hak siar atas itu sampai 2028 mendatang.


Bukan hanya Oscar yang punya penonton paling sedikit tahun ini. Grammy Awards juga hanya ditonton 26,1 juta orang Januari lalu. Itu angka penonton terendah sejak 2006. Penonton Super Bowl yang tayang Februari lalu juga menurun tujuh persen dari tahun sebelumnya. (rsa)