'Stranger Things' Paling Banyak Tampilkan Adegan Merokok

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 26/03/2018 12:01 WIB
'Stranger Things' Paling Banyak Tampilkan Adegan Merokok 'Stranger Things' dianggap sebagai serial Netflix yang paling banyak menampilkan adegan merokok. (Dok. Akun Youtube Netflix US & Canada)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyedia layanan streaming Netflix baru-baru ini dikritik komunitas antimerokok. Itu karena mereka terlalu banyak menampilkan adegan merokok dalam tayangan orisinalnya.

Pengkritik Netflix adalah The Truth Initiative, sebuah komunitas berbasis di AS. Mereka berdedikasi menjadikan tembakau sebagai sesuatu dari masa lalu, termasuk dalam film.

Situs web komunitas tersebut mengklaim bahwa mereka telah membantu mendorong penurunan penggunaan rokok oleh remaja dari 23 persen pada 2000 menjadi kurang dari enam persen pada 2018. Namun, menurut mereka, Netflix justru mempopulerkan kembali merokok di serinya.



The Truth Initiative meneliti serial orisinal Netflix dan dan menemukan bahwa mereka menyajikan karakter merokok tertinggi di TV. Penelitian itu melihat 14 acara paling populer untuk pemirsa dalam kelompok usia 15-24 tahun, tujuh di antaranya merupakan acara Netflix dan sisanya siaran TV antara 2015-2016.

Hasilnya, Netflix memiliki 319 adegan yang menampilkan penggunaan tembakau, lebih dua kali lipat dari yang ditemukan di TV siaran.

Stranger Things disebut paling banyak menampilkan adegan merokok. Dari dua musim yang sudah ditayangkan di Netflix, ada 182 adegan dalam seri itu yang menampilkan rokok.


Tayangan dengan adegan merokok terbanyak kedua adalah The Walking Dead yang tayang di AMC. Serial itu menampilkan 94 adegan merokok.

Stranger Things bukan satu-satunya serial di Netflix yang banyak menampilkan adegan merokok. Empat seri Netflix lainnya yang masuk dalam daftar tersebut yakni, Orange Is The New Black (45 adegan), House Of Cards (41 adegan), Fuller House (22 adegan), dan Making A Murderer (20 adegan).

Presiden dan CEO Truth Initiative, Robin Koval mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kemunculan televisi on-demand telah membuat kembali munculnya budaya merokok di seluruh layar. Dengan demikian, kebiasaan mematikan itu dianggap normal dan akan memengaruhi jutaan anak muda yang menontonnya.


Mengutip NME, Netflix sudah memberi tanggapan atas kritik itu. Menurut juru bicara mereka, sebagai layanan streaming Netflix tak harus mengikuti aturan konten yang sama seperti yang diterapkan pada siaran TV dan jaringan kabel.

Meski begitu, kepada Variety juru bicara itu mengatakan bahwa mereka tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang studi tersebut. "Kami senang layanan streaming kini makin populer, sementara merokok tidak," kata juru bicara itu. (rsa)