Song Ji Hyo Angkat Bicara soal Gerakan #MeToo di Korea

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 29/03/2018 14:54 WIB
Song Ji Hyo Angkat Bicara soal Gerakan #MeToo di Korea Song Ji Hyo mengungkap pandangannya mengenai gerakan #MeToo yang telah menyebar di masyarakat Korea Selatan. (AFP PHOTO/STARNEWS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris beken Song Ji Hyo mengungkapkan pandangannya mengenai gerakan #MeToo yang telah menyebar di hampir seluruh kalangan masyarakat Korea Selatan, juga bias gender dalam industri seni peran.

Dalam sebuah wawancara terkait film terbarunya What A Man Wants di sebuah kafe di Jongno-gu, Palpandong, Seoul pada Rabu (28/3), Song Ji Hyo mengungkapkan bagaimana pemikirannya terhadap isu yang cukup menyita perhatian publik di Negeri Ginseng itu.

"Saya sangat marah karena situasi itu sampai pada titik #MeToo tak lagi memiliki pilihan selain berkembang sebagai sebuah gerakan. Saya pikir orang-orang yang punya keberanian untuk melakukannya demi persatuan banyak orang seperti ini adalah luar bisa. Saya sangat mengagumi keberanian mereka," ujar Song Ji Hyo, melansir My Daily.



Aktris kelahiran 1981 ini kemudian mengaku bersyukur atas orang-orang yang bekerja bersamanya di variety show hit Running Man dan film What A Man Wants.

"Saya telah [bekerja] dengan program yang saya jalani [Running Man] untuk sekian lama, dan film [What A Man Wants] datang melalui teman-teman yang saya kenal. Tidak ada dari mereka adalah orang jahat. Saya tahu mereka sebelum gerakan #MeToo muncul, namun mereka sangat dihormati dan tulus sampai pada titik di mana tidak ada dari mereka yang akan mampu melakukan aksi [bejat] seperti itu," katanya.

[Gambas:Instagram]

Song Ji Hyo juga mengungkapkan bagaimana perasaannya tiap kali melihat artikel negatif, bukan hanya soal wanita, melainkan juga anak-anak, orang lanjut usia dan penyandang disabilitas. Ia ingin agar golongan masyarakat itu tak lagi menjadi korban kekerasan.

Ketika berdiskusi soal isu perempuan, ia berharap para aktris akan diberikan lebih banyak kesempatan dan tidak lagi dibedakan dengan aktor menurut gender.


"Itu membuat saya sangat sedih. Sejujurnya, saya tidak merasa senang tentang fakta bahwa 'aktris' dan 'aktor' dengan sengaja dibedakan namanya. Meski demikian, jika kita memisahkan keduanya demi perbedaan, memang benar bahwa tidak banyak kesempatan bagi para aktris," tuturnya.

Ia melanjutkan, "Saya selama ini berharap lebih banyak kesempatan bisa terbuka, namun sekarang saya pikir semakin banyak [kesempatan] akan tersedia."

Sang bintang juga ingin gerakan #MeToo bisa menjalar hingga di luar industri hiburan, yakni di tatanan kehidupan sosial secara umum.

"Saya ingin, secara sosial, ruang bisa terbuka bagi wanita untuk melakukan apapun, punya suara dan berkembang," ujarnya.

(res)