FOTO: Berkenalan dengan Masyarakat Adat Formosa

ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 06:43 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Formosa, atau dikenal dengan nama Taiwan, mulai mengakui dan lebih menghormati 550 ribu penduduk asli alias pribuminya, yang tersebar di daerah pegunungan.

Selain masyarakat perkotaan Taiwan yang bermata sipit dan berkulit putih seperti orang China, banyak suku asli yang hidup di pedalaman. Mereka masih menyebut Taiwan sebagai Formosa. Wajah mereka kental dengan struktur Asia, namun lebih eksotis. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Saat ini terdapat kurang lebih 550 ribu orang pribumi di Taiwan. Itu setara dengan 2,3 persen dari total penduduk Taiwan yang jumlahnya hanya 23 juta jiwa. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Dari jumlah tersebut, ada 16 suku asli yang diakui pemerintah, yakni Atayal, Seediq, Truku, Saisiyat, Bunun, Thao, Tsou, Kanakanavu, Hla’alua, Rukai, Paiwan, Amis, Sakizaya, Kavalan, Puyuma dan Yami. Mereka tersebar di daerah pegunungan di Taiwan. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Suku Amis adalah salah satu penduduk asli dengan jumlah dan persebaran paling banyak di antara suku lain. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Sedangkan Atayal adalah salah satu suku yang tinggal di daerah pegunungan dengan ciri khas berupa tato di wajah. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Satu-satunya suku laut adalah Yami yang tinggal di Pulau Lanyu. Mereka terkenal sebagai nelayan ulung dan mempunyai banyak ritual budaya terutama yang berhubungan dengan laut. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Penduduk asli Taiwan itu berasal dari satu nenek moyang yaitu orang Austronesian. Sekitar 5000-6000 tahun lalu mereka bermigrasi dari kawasan Pasifik menuju ke sebagian Asia Tenggara, Madagaskar hingga menetap di Formosa yang kini dikenal sebagai Taiwan. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Dua tahun belakangan pemerintah Taiwan memperbaiki hubungannya dengan masyarakat adat dan berjanji memberi mereka otonomi lebih besar, meningkatkan kepemilikan atas hak tanah, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, serta melestarikan bahasa asli. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Pemerintah Taiwan mendirikan Indigenous People Cultural Foundation untuk menyebarkan informasi tentang penduduk asli melalui media. Ada juga Taiwan Indigenous People Cultural Park, taman budaya seluas 82 hektare di Pingtung, kota di selatan Taiwan. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Di lokasi tersebut terdapat miniatur suku asli Formosa mulai dari rumah tradisonal, tarian, lagu dan berbagai hasil kerajinan. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)