Dave Grohl Tak Mau Dengar Nirvana usai Kematian Kurt Cobain

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 10:59 WIB
Dave Grohl Tak Mau Dengar Nirvana usai Kematian Kurt Cobain Kenangan Dave Grohl bersama Nirvana. (Dok. Akun Facebook Nirvana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rasa kehilangan saat pentolan Nirvana, Kurt Cobain meninggal masih membekas di hati Dave Grohl sampai sekarang. Padahal insiden menyedihkan Cobain sudah 24 tahun berlalu.

Saking belum move on, Grohl sampai mengaku tak sanggup mendengarkan lagu-lagu dari band tempatnya dahulu bernaung itu. Itu diungkap Grohl dalam wawancaranya baru-baru ini.

Setelah Cobain meninggal, kata Grohl, ia belum pernah mendengar lagu Nirvana lagi.



"Selama bertahun-tahun saya bahkan tidak bisa mendengarkan musik apa pun, termasuk lagu Nirvana. Ketika Kurt meninggal, setiap kali ada lagu di radio, hati saya sakit. Saya tidak menyetel rekaman Nirvana," ungkap Grohl dalam wawancaranya dengan GQ, dikutip NME.

Namun suara Cobain yang menyanyikan Smells Like Teen Spirit atau Polly seakan ada di mana-mana. "Saya masuk mobil, mereka ada. Saya berbelanja, mereka disetel. Bagi saya, itu sangat personal," tutur Grohl. Saat mendengar lagu itu, ia seakan dibanjiri kenangan.

Musisi yang kini menggawangi Foo Fighters itu bisa mengingat segala hal saat ia bersama Cobain dan personel Nirvana lainnya merekam lagu di studio. "Saya ingat celana pendek yang waktu itu saya kenakan ketika kami merekam lagu-lagu itu di hari yang bersalju," katanya.


Nirvana mengubah hidup Grohl. Ia bahkan menyebutnya sebagai sebuah revolusi personal. Usianya 21 tahun ketika itu, merasa tahu segalanya, namun tetap dibuat Nirvana belajar begitu banyak. "Ada pencapaian-pencapaian tinggi dalam hidup saya, juga, tentu saja, beberapa titik terendah," ia melanjutkan. Semua dijalaninya bersama Nirvana.

Grohl sendiri kini sudah merekam lagu-lagu baru, mungkin dengan celana pendek baru dan di hari bersalju yang baru pula, bersama Foo Fighters.

Ia bukan satu-satunya mantan personel Nirvana yang tak bisa move on dari kematian vokalisnya. Mantan basis grup musik itu, Krist Novoselic saat diwawancara belum lama ini juga mengungkapkan ia butuh waktu yang sangat lama untuk berdamai dengan kenyataan itu.

[Gambas:Youtube]

"Itu sangat traumatis. Saya sangat depresi karenanya. Efeknya menyedihkan. Saya punya masalah lain dalam hidup yang menggerogoti saya juga, tapi pada akhirnya itu sembuh dan kau berdamai dengannya," tutur Novoselic, seperti dikutip NME. (rsa)