Alquran Sutra Langka Pelestari Seni Kaligrafi

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 18:15 WIB
Alquran Sutra Langka Pelestari Seni Kaligrafi Alquran yang dibuat di atas bahan sutra dari Afghanistan. (AFP PHOTO / WAKIL KOHSAR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah Alquran yang terbuat dari sutra baru dituntaskan di Afghanistan. Bertebal 610 halaman, setiap lembar kitab suci umat Muslim itu ditulis dengan tangan.

Diberitakan AFP, butuh 38 seniman kaligrafi untuk menyelesaikannya. Perlahan tapi pasti mereka menggarap Alquran itu, yang akhirnya selesai dalam waktu hampir dua tahun.

Dibundel dengan kulit kambing, Alquran itu memiliki berat 8,6 kilogram. Itu 'memakan' kain sutra asli dari lokal Afghanistan yang panjangnya mencapai 305 meter. Pena yang digunakan terbuat dari bambu dan penulisannya dibuat bergaya Naskh alih-alih Kufic.



Alquran sutra itu dibuat sebagai salah satu upaya melestarikan tradisi kaligrafi, seni menulis huruf Arab yang sudah berabad-abad dikenal di Afghanistan. Gaya Naskh memperbarui Kufic karena dianggap lebih mudah dibaca dan ditulis.

Kata para seniman yang terlibat, mereka membutuhkan sekitar dua hari untuk menulis satu halaman penuh Alquran. Dekorasinya membutuhkan waktu lebih lama, bisa sampai seminggu.

Menariknya, seniman yang menggarap Alquran itu sebelumnya mendapat pelatihan di Turquoise Mountain di Kabul, yang didirikan oleh British Foundation.


Mereka mengaku terhormat menggarap kitab suci yang berisi kalimat-kalimat Tuhan itu.

"Ketika bicara soal seni, kami tidak bisa melabelinya dengan harga, Tuhan telah mempercayakan kita dengan Alquran ini, dan ini lebih berarti bagi kami daripada aspek finansial," tutur Qamaruddin Chishti, salah satu seniman kaligrafi, kepada AFP.

Ia dan rekan-rekannya menggunakan materi yang terbuat dari alam.


Salah satu seniman, Mohammad Tamim Sahibzada mengatakan, menulis di atas sutra awalnya terasa sangat sulit. Namun mereka punya cara khusus agar tintanya tidak 'mleber.' Para seniman menggunakan materi lokal yang bisa menyetop tinta terserap dan tersebar di kain.

Dengan jadinya Alquran sutra itu, diharapkan ada lebih banyak permintaan tulisan Arab ke Afghanistan, yang bisa membantu seniman lokal dan Turquoise Mountain sendiri.

"Kami akan menunjukkannya ke negara Islam lain untuk melihat apakah mungkin akan ada kesempatan pekerjaan bagi para seniman untuk mengerjakan Alquran yang lain," kata Abdul Waheed Khalili, direktur Turquoise Mountain untuk Afghanistan.


Namun Alquran sutra itu tak langsung dipamerkan keliling dunia. Saat ini, mengutip AFP, ia hanya akan disimpan di sebuah kotak kayu khusus yang bisa melindunginya.

Alquran sutra disebutkan sangat langka. Jika ada Pangeran Arab atau kolektor yang ingin membelinya, kata Nathan Stroupe country director Turquoise Mountain, Alquran itu akan dilepas dengan harga sekitar US$100 ribu sampai US$200 ribu. (AFP/rsa)