Kekhawatiran Fedi Nuril Perankan Karakter Doyok di 'DOA'

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 20:48 WIB
Kekhawatiran Fedi Nuril Perankan Karakter Doyok di 'DOA' Fedi Nuril mengaku khawatir tak dapat memerankan sosok Doyok di film 'DOA-Doyok Otoy Ali Oncom: Cari Jodoh' karena kreatornya telah meninggal dunia. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Fedi Nuril khawatir tidak serupa dengan Doyok dalam komik saat berperan dalam film DOA-Doyok Otoy Ali Oncom: Cari Jodoh. Ia bingung memahami karakter tersebut karena kreator Doyok, Kelik Siswoyo sudah meninggal pada 2012 lalu.

"Saya khawatir karena pembuat karakter Doyok sudah meninggal. Kalau tampilan fisik bisa lihat dari komik, tapi kalau suara enggak bisa," kata Fedi saat jumpa media di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8) malam.

Fedi menggali karakter Doyok dengan pembacaan naskah sebelum syuting. Pembacaan naskah ia lakukan bersama Dwi Sasono yang memerankan Ali Oncom dan Pandji Pragiwaksono yang memerankan Otoy.



Selain itu, Fedi bersama Dwi dan Pandji mengenali karakter tersebut dengan menonton serial animasi D.O.A. Serial itu tayang di salah satu stasiun televisi swasta sejak Mei lalu.

Setelah melewati proses itu, Fedi merasa mudah memerankan karakter Doyok. Namun ia menemukan masalah baru saat syuting.

"Yang sulit itu karena Doyok enggak ada jodoh, untuk menjiwai itu saya berat. Tapi ada sutradara Anggy Umbara yang bimbing," kata Fedi sambil tertawa.

Hal itu bertolak belakang dengan pengalaman Fedi yang sering memerankan karakter yang digandrungi kaum Hawa, seperti pada film Ayat-Ayat Cinta (2008) dan Ayat-Ayat Cinta 2 (2017).


Sementara itu, Dwi sangat tertarik dan nyaman memerankan karakter Ali Oncom. Ia mengaku membaca kisah Ali Oncom dari halaman lembar bergambar (lembergar) koran Pos Kota saat masih kecil.

"Ali Oncom menarik dimainkan karena mengubah karakter fisik. Sebagai aktor memang ini yang saya cari," kata Dwi.

Pandji juga mengaku nyaman memerankan karakter Otoy. Terlebih, ia menyebut semua tim yang terlibat produksi sangat solid.

Film DOA-Doyok Otoy Ali Oncom: Cari Jodoh mengisahkan karakter yang diadaptasi dari lembergar koran Pos Kota. Dalam Pos Kota, setiap karakter diceritakan tidak berada dalam satu cerita yang sama.

[Gambas:Youtube]

Bersama Fico Fachriza, Anggy menulis cerita baru hingga tiga karakter itu berada dalam satu cerita yang sama. Film DOA-Doyok Otoy Ali Oncom: Cari Jodoh fokus mengisahkan perjuangan Doyok untuk mendapat jodoh.

"Dari awal kami mau bikin tiga film, bercerita tentang tiga kebutuhan manusia. Film pertama bercerita tentang jodoh, film kedua bercerita tentang keinginan kaya. Kalau yang ketiga, tunggu aja nanti," kata Anggy. (end)