Penelope Cruz Merasa Hollywood Berubah Sejak #MeToo

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 11:35 WIB
Penelope Cruz Merasa Hollywood Berubah Sejak #MeToo Penelope Cruz merasa sejak momen gerakan #MeToo dan #Time'sUp menggema, Hollywood kini lebih menghargai perempuan. (REUTERS/Dylan Martinez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penelope Cruz mengakui merasakan perubahan di Hollywood sejak gelombang emansipasi perempuan dan kampanye melawan pelecehan di tempat kerja, Me Too dan Time's Up muncul sejak akhir tahun lalu.

"Saya rasa fakta bahwa semuanya terungkap telah mengubah banyak hal," kata pemeran Donatella Versace dalam American Crime Story: The Assassination of Gianni Versace tersebut, kepada Variety di sela acara Toronto Film Festival.

"Saya menyadari perbedaannya, misal, jenis pertanyaan yag kami dapatkan dalam sesi wawancara. Sebelum masuk ke konferensi pers, dan hanya perempuan yang akan ditanya dengan pertanyaan kasar atau cetek," lanjutnya.


"Orang jadi lebih hati-hati saat ini. Ini simbolis, namun ini menggambarkan orang jadi lebih peduli dan memperlakukan orang lain dengan lebih menghargai," kata Cruz.


Kampanye gerakan Me Too dan Time's Up muncul di Hollywood sejak akhir 2017 ketika industri perfilman tersebut diterpa isu pelecehan seksual.

Kasus terbesar yang terungkap adalah tindakan Harvey Weinstein pada Oktober lalu. Weinstein ternyata telah melakukan berbagai pelecehan seksual kepada para bintang Hollywood lebih dari 30 dekade.

Korban Weinstein pun beragam, mulai dari selebritas baru hingga papan atas. Satu per satu para wanita tersebut buka suara membongkar bobrok Weinstein yang akhirnya menyerahkan diri ke kepolisian.

Gelombang kampanye Me Too dan Time's Up pun dilontarkan banyak pesohor Hollywood dan menjalar ke berbagai acara penting di industri hiburan, seperti Academy Awards atau Oscar 2018 dan Grammy Awards 2018 pada Februari lalu.


Di sisi lain, Cruz berada dalam Toronto Film Festival dalam rangka perilisan film terbarunya, Everybody Knows. Film tersebut merupakan film drama garapan Asghar Farhadi yang mengisahkan misteri di sebuah kota di Spanyol.

Dalam film tersebut, Cruz bermain bersama suaminya, Javier Bardem. Dengan kerja sama tersebut, film ini menjadi proyek ketiga keduanya seteah film Vicky Cristina Barcelona dan Jamon Jamon.

"Kami kenal satu sama lain sejak saya masih 17 tahun dan dia 21 tahun," kata Cruz mengomentari kolaborasi keduanya, dikutip dari Variety.

"Kami bertemu kala bekerja. Jadi kami amat paham cara kerja satu sama lain. Apakah kami bekerja sama dengan baik? Bila jawabannya tidak, kami tak akan melakukannya," lanjutnya.

(end)