Black Eyed Peas Protes Kebijakan Trump di 'Big Love'

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 22:21 WIB
Black Eyed Peas hadir membawa pesan sosial. Mereka bicara soal penembakan massal di sekolah-sekolah, serta mempertanyakan kebijakan Donald Trump. Black Eyed Peas melepas lagu baru berjudul 'Big Love'. Di sini mereka sekaligus mengungkapkan keprihatinan terhadap beberapa masalah sosial Amerika. (Dimitrios Kambouris/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Black Eyed Peas kembali menyuarakan masalah sosial dalam rilisan terbaru, Big Love. Di video musiknya, mereka menampilkan adegan penembakan di sekolah dan para imigran.

Sejak awal video, BEP sudah menjelaskan visualisasi Big Love akan penuh kekerasan sehingga tak pantas disaksikan anak-anak, apalagi jika mereka mengalaminya.

Semua personel BEP turut ambil bagian dalam video ini, kecuali Fergie. Tidak ada keterangan apapun mengenai hal ini.



Dua personel will.i.am dan Taboo muncul di awal video. Mereka memerankan seorang guru dan pelatih olahraga yang sedang bersama murid-murid ketika terjadi penembakan massal yang dilakukan oleh siswa. Secara eksplisit, mereka memperlihatkan ketakutan dan kesakitan yang dialami.

Adegan kemudian berpindah menampilkan sekelompok imigran yang tampaknya tengah bersembunyi dari kejaran polisi perbatasan. Di sini Apl.de.ap muncul, berseragam polisi.


BEP mengumumkan profit dari Big Love akan disumbangkan kepada organisasi March for Our Lives, organisasi yang lahir dipicu oleh banyaknya peristiwa penembakan yang dilakukan siswa di sekolah, serta Families Belong Together, gerakan yang memprotes kebijakan Donald Trump untuk memisahkan anak dari orang tua setelah ditahan lantaran menyeberang ke Amerika secara ilegal.

Big Love menjadi yang pertama dari album terbaru bertitel Masters of the Sun, yang dijadwalkan rilis pada Oktober mendatang.

[Gambas:Youtube] (rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK