Cerita di Balik Frekuensi 396 Hz dalam Lagu 'Rehat' Kunto Aji

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 23/09/2018 20:08 WIB
Cerita di Balik Frekuensi 396 Hz dalam Lagu 'Rehat' Kunto Aji Ilustrasi. (FotoshopTofs/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kunto Aji telah merilis album kedua bertajuk 'Mantra Mantra'. Lewat sembilan lagu dalam album tersebut, Aji mengangkat isu kesehatan mental dari pengalaman pribadinya.

Tidak main-main, ia sempat bertemu psikolog sebanyak empat kali untuk konsultasi dan riset.

Dapat dikatakan lagu 'Rehat' adalah lagu yang paling menarik dalam 'Mantra Mantra'.


Dalam lagu itu Aji mengaku memasukkan frekuensi 396 Hz, yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif demi menyehatkan mental.

Penelitian tentang frekuensi itu dikenal dengan nama Solfeggio Frequencies milik Dr. Joseph Pulio, seorang psikolog asal Amerika Serikat.

"Saya banyak baca-baca tentang kesehatan mental, sehingga suatu titik saya ketemu sebenernya itu frekuensi Solfeggio dipakai untuk salah satu tempat pelatihan sumber daya manusia," kata Aji di Jakarta pada Kamis (14/9).

[Gambas:Youtube]

Dalam penelitian Solfeggio Frequencies dijelaskan ada enam macam frekuensi yang bisa memengaruhi perasaan manusia.

Enam frekuensi itu merupakan notasi lagu religi bernuansa keagungan sekaligus kepasrahan, yang kerap digunakan oleh Vatikan sejak abad ke-lima.

Frekuensi 396 Hz berada diurutan pertama yang dianggap bisa mengeluarkan pikiran negatif atau liberating guilt and fear.

Frekuansi lain adalah 417 Hz bisa memperbaiki situasi dan mendorong perubahan (undoing situations and facilitating change), 528 Hz bisa transformasi dan keajaiban (transformation and miracles), 639 Hz bisa membangun hubungan (relationship), 741 Hz menimbulkan solusi (solutions) dan 852 kembali memahami jiwa (returning to spiritual order).

Jebolah ajang Indonesian Idol ini tertarik mengaplikasikan frekuensi tersebut dalam lagu 'Rehat'.

Aji menggandeng Petra Sihombing sebagai produser lagu tersebut. Ia tahu bahwa Petra sempat menimba ilmu tentang skoring film.

"Waktu ngerjain 'Rehat' dia bilang, 'pengin ada momen kontemplasi yang instrumental tapi rada lama.' Lalu dia ngirimin gue beberapa artikel tentang Solfeggio Frequencies yang bikin gue akhirnya jadi belajar hal baru," tulis Petra pada unggahan di akun Instagram-nya.

Menurut Aji menciptakan lagu dengan pengaplikasian frekuensi 396 Hz merupakan proyek yang gampang-gampang susah.

Secara sederhana Aji mengatakan dalam frekuensi tersebut terdapat sejumlah not, sehingga ia dan Petra harus menyesuaikan not pada frekuensi dengan lagu.

Psikolog lain asal Amerika Serikat yang sering menyisipkan penelitian Solfeggio Frequencies dalam penyembuhannya, Dr. Leonard Horowitz, mengatakan kalau The Beatles memiliki lagu bertema sama, yakni 'Please Please Me' dan 'Imagine' yang memuat frekuensi 528 Hz.

[Gambas:Youtube]

Tapi klaim Aji ini hal baru dalam industri musik Indonesia.

Ia melakukan hal ini untuk diri sendiri, istri dan keluarga. Musisi berusia 31 tahun ini merasa sangat senang ketika keluarga dan istrinya memberikan respons positif.

"Setelah dengar lagu saya, mereka bisa menangis dan bisa mengeluarkan emosinya. Mungkin salah satunya gara-gara frekuensi itu," kata Aji.

[Gambas:Instagram]

Pun Aji mendapat respon positif saat konsultasi ke psikolog soal Solfeggio Frequencies sebelum membuat lagu 'Rehat'.

Psikolog itu memberi tahunya bahwa Solfeggio Frequencies sangat erat kaitannya berkaitan dengan ilmu psikologi.

Walau masih pseudoscience alias belum teruji secara klinis, namun sang psikolog tetap menyarankannya untuk membuat lagu dengan frekuensi tersebut.

Dalam kesempatan wawancara yang berbeda, psikolog Mira Amira mengaku salah satu tekniknya untuk menenangkan pasien ialah dengan menggunakan gelombang alfa.

Sebelumnya ia tidak pernah mendengar tentang penelitian frekuesi yang dipakai Aji, tapi ia merasa gelombang alfa serupa dan memiliki fungsi yang sama dengan Solfeggio Frequencies.

"Memang dalam frekuensi, intonasi dan gelombang, ada titik tertentu yang mampuciptakan rasa tenang dan nyaman. Kalau gelombang beta biasanya lebih dipakai jika seseorang banyak aktivitas beripikir yg rentan menimbulkan stress," kata Mira saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Jumat (21/9) lalu.

Mengenai Solfeggio Frequencies yang masih dianggap pseudoscience, Mira tidak ambil pusing.

Ia terbuka dengan berbagai macam terobosan ilmiah karena menurutnya pembaharuan dimulai dari rasa ingin tahu.

Mira akan melakukan ilmu yang ia ketahui selama itu positif untuk pasian.

Terkait 'Rehat', Mira menyamakan musikalisasi lagu itu sejenis dengan lagu-lagu yang memberi ketenangan.

Hanya saja efek dari lagu tersebut terhadap seseorang bisa berbeda-beda karena tergantung latar belakang seseorang.

Jika lagu 'Rehat' memiliki frekuensi 396 Hz, Aji mengaplikasikan frekuensi 741 Hz pada lagu 'Rancang Rencana'.

[Gambas:Youtube]

(ard)