Simpati Selebriti untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 29/09/2018 13:52 WIB
Simpati Selebriti untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng gitaris dari grup band Slank, Abdee Negara, menuturkan sampai saat ini keluarganya belum bisa dihubungi. (Foto: Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 skala richter, yang mengguncang Donggala dan Palu Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) sore, membuat banyak kalangan bersimpati. Terpantau, beberapa pesohor turut mengungkapkan rasa simpatinya di laman sosial media mereka.

Seorang penyanyi papan atas Indonesia, Tompi, mengunggah sebuah foto yang bertujuan menguatkan keluarga para korban.




Hal senada juga diunggah oleh penyanyi sekaligus produser ternama di Indonesia, Maia Estianty. Lewat akun twitternya @MAIAsangJUARA, ibu tiga anak ini menyampaikan doanya untuk masyarakat di Donggala.



Tak hanya para pesohor dalam negeri, bencana ini juga mendulang rasa simpati dari salah seorang legenda surfing dunia asal Amerika Serikat, Kelly Slater.


Lewat akun instagramnya @kellyslater ia membagikan video dan akan segera memberikan informasi bagi siapaun yang ingin berdonasi untuk korban di Sulawesi Tengah.

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, aktris Kirana Larasati lewat akunnya @_kiranalara mengunggah sebuah kisah yang memilukan tentang seorang petugas Air Traffic Controler di Bandara Mutiara Sis al Jufri, Palu.



Seorang pesohor yang berasal dari Palu sekaligus gitaris dari grup band Slank, Abdee Negara, menuturkan sampai saat ini keluarganya belum bisa dihubungi.




Palu dan Donggala porak-poranda setelah diguncang gempa dan tsunami pada Jumat (28/9). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa tsunami setinggi 1,5 hingga 2 meter menghantam Palu setelah gempa terjadi.

Berbagai bangunan hancur dan jalan retak akibat gempa dan tsunami ini. Pemerintah masih sulit memastikan jumlah korban dan bantuan yang dibutuhkan karena saluran komunikasi di Donggala terputus.

Sejumlah korban mengaku mengungsi di ruas-ruas jalan di lereng bukit dalam keadaan lapar karena pasokan makanan habis.


(agr/asa)