Ramai Kasus Ratna Sarumpaet, Netizen Seru #SaveRioDewanto

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 12:18 WIB
Ramai Kasus Ratna Sarumpaet, Netizen Seru #SaveRioDewanto Rio Dewanto saat mengikuti aksi kamisan ke 505 di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis 7 September 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus wajah babak belur Ratna Sarumpaet yang disebut dianiaya namun polisi kemudian membantah dan menyebut hal itu sebagai operasi plastik jadi perbincangan netizen di dunia maya.

Namun alih-alih bersimpati kepada Ratna Sarumpaet, netizen justru mengirimkan dukungan kepada aktor Rio Dewanto yang diketahui sebagai menantu mantan pemain teater yang kini dikenal sebagai aktivis tersebut lewat #SaveRioDewanto.

Rio resmi menjadi menantu Ratna sejak menikah dengan Atiqah Hasiholan pada 2013 lalu.


Pengguna akun @mamaoompaloompa misalnya. Ia sama sekali tidak membahas kondisi Ratna namun mengaku siap 'menampung' Rio.

"Rio Dewanto. Kalau sudah ngga kuat punya mertua RS. Ada kakak disini ya," kata akun @mamaoompaloompa.



Pun begitu dengan pengguna akun @arienug77753345 yang meminta Rio untuk sabar.

"#SaveRioDewanto, @RatnaSpaet kalo dalam pepatah jawa, simbok polah anak kepradah. Simbok berulah anak menantu kena hadiah dari masyarakat. Sing sabar yoo Le," katanya.



"Menantunya padahal udah ganteng ibu RS ini. Kenapa ga hidup senang urus keluarga aja sih ibu RS?," kata akun @endehendeh.



"Udah ah males ngomongin RS. Itu bukan dipukulin tauk! Cuma silikon nya mengembung!" kata akun @putridwiRS.



Ada pula pengguna akun @_ririe13 menggunakan tagar #RatnaMeetPolisi yang serupa dengan tagar #RaisaMeetSutopo yang ramai sejak kemarin.

Sutopo merupakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengidolakan Raisa.



Sebelumnya, Polisi menyebut wajah lebam Ratna Sarumpaet disebabkan operasi plastik bukan karena dianiaya seperti yang beredar selama ini.

Hasil penyelidikan awal diketahui, Ratna operasi plastik di sebuah klinik bedah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Penyelidikan melibatkan dua Polda yakni Jawa Barat dan Metro Jaya. Dokumen hasil penyelidikan tersebut beredar di tengah-tengah publik.


Penyelidikan Polda Jabar menyebut pada 21 September 2018, tak ada konferensi dengan negara asing terjadi di Bandung. Dalam pemberitaan disebutkan Ratna dianiaya usai menghadiri konferensi dengan beberapa peserta dari luar negeri.

Selain itu, tidak ada saksi mata di Bandara Husein Sastranegara Bandung yang melihat aksi pengeroyokan dan tidak ada daftar manifes atas nama Ratna Sarumpaet.

Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya menguatkan penyelidikan Polda Jabar tentang kasus Ratna Sarumpaet. Pertama dari nomor telepon seluler Ratna yang dinyatakan aktif di Jakarta, bukan di Bandung pada tanggal 20-24 September 2018.


Sementara dari pengecekan rekening Ratna dan anaknya ada tiga kali dana keluar yang didebet di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika masing-masing sebesar Rp25 juta pada tanggal 20 September 2018, Rp25 juta pada tanggal 21 September, dan Rp40 juta pada tanggal 24 September 2018.

Polisi juga sudah meminta keterangan ke RS Bina Estetika dan diperoleh keterangan bahwa Ratna Sarumpaet menjadi pasien di rumah sakit tersebut pada tanggal 20, 21 dan 24 September 2018.

[Gambas:Instagram] (adp/end)