Massive Attack Rilis Album dalam Kemasan Cat Semprot Kaleng

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 18:20 WIB
Massive Attack Rilis Album dalam Kemasan Cat Semprot Kaleng Massive Attack merilis ulang album Mezzanine dalam bentuk cat semprot kaleng berwarna hitam dan perak. (Alain JOCARD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun ini band trip hop asal Inggris, Massive Attack, merilis ulang album ke-tiganya yang berjudul Mezzanine. Uniknya, album yang dirilis pertama kali pada tahun 1998 itu dikemas dalam kemasan yang tak biasa.

Dikutip dari Dazed pada Senin (22/10) album Mezzanine dikemas dalam bentuk cat semprot kaleng.

Dalam keterangan resminya, band yang kini beranggotakan Robert "3D" Del Naja dan Grant "Daddy G" Marshall itu mengatakan kalau album dalam cat semprot kaleng akan segera dipasarkan.


Dalam cat semprot kaleng itu, ada potongan kaca berisi salinan lagu-lagu Mezzanine yang telah diubah dalam bentuk tinta hasil kreasi Massive Attack dan ETH Zurich's Functional Materials Laboratory.

Robert Glass, profesor yang memimpin tim penelitian, mengatakan kalau mereka telah menyulap DNA dari suara lagu-lagu dalam album Mezzanine ke dalam bentuk tinta dan bola kaca agar lebih awet dan lebih murah saat ingin dicetak kembali.

Album dalam cat semprot kaleng ini bakal segera dijual dalam dua warna, yakni hitam dan perak.

Stiker bertuliskan "MEZZANINE DNA" bakal menghiasi kemasan minimalisnya.

[Gambas:Instagram]

"Sebanyak 1 juta DNA album Mezzanine terkandung dalam kaleng ini untuk penyimpanan jangka panjang," bunyi tulisan dalam stikernya.

Hingga saat ini belum diketahui kapan Massive Attack akan menjual album berkemasan unik tersebut.

Tercatat telah bermusik sejak tahun 1988, hingga saat ini Massive Attack telah merilis lima album, dengan debut pertama kali Blue Lines pada tahun 1991.

Album Mezzanine menjadi album terpopuler dalam karya mereka karena ada lagu Teardrop yang sempat merajai tangga lagu dunia.

Album dalam cat semprot kaleng ini juga menjadi pilihan Del Naja yang tercatat aktif dalam kelompok seni jalanan Bristol sejak tahun 1990an, sebelum dirinya membentuk Massive Attack.

Kegemaran Del Naja akan mural dan grafiti juga membuat dirinya sempat dituduh menjadi sosok di balik persona Banksy yang belakangan ini kembali ramai dibicarakan.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Youtube]

(ard)