Pesan Ahok untuk Orang Miskin di Trailer 'A Man Called Ahok'

CNN Indonesia | Minggu, 28/10/2018 22:01 WIB
Pesan Ahok untuk Orang Miskin di Trailer 'A Man Called Ahok' Daniel Mananta memerankan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam film A Man Called Ahok. (Foto: CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- The United Team of Art merilis cuplikan terbaru dalam film A Man Called Ahok. Dalam cuplikan itu kerap terlihat ayah Ahok, Kim Nam, yang saat dewasa diperankan Denny Sumargo dan tua diperankan Chew Kin Wah.

Cuplikan berdurasi dua menit lebih itu dipenuhi adegan saat Kim menasihati Ahok yang diperankan Daniel Mananta. Ahok kecil yang diperankan Eric Febrian banyak mendapat nasihat, namun dalam cuplikan terlihat dia tidak pernah membalas kata-kata.

"Dengar apa yang papa nak sebut, supaya urang ndak jadi maling untuk bisa berubat karena ndak punya duit. Kau harus jadi dokter, supaya urang di sini bisa sehat dan ndak perlu berubat keluar Belitong," kata Kim dengan dialek dan logat Belitung.


Cuplikan berlanjut pada konflik dalam keluarga Ahok, beberapa kali Kim nampak berselisih dengan istrinya, Buniarti. Karakter Buniarti dewasa diperankan oleh Eriska Rien, sementara Buniarti tua diperankan Sita Nursanti.

Dalam cuplikan, selain memperlihatkan cerita Ahok kecil dinasihati, ditampilkan juga ketika Ahok dewasa sedang mengunjungi kawasan pertambangan. Kemudian kembali ditampilkan adegan nasihat dari Kim kepada Ahok.

"Kau cari ilmu yang banyak, terus kau pulang bangun kampungmu," kata Kim

"Selalu siap memburu harimau," kata Kim lagi.

[Gambas:Youtube]

Cuplikan diakhiri dengan sepenggal kalimat dari Ahok. Suara Daniel yang serak basah terdengar mirip Ahok.

"Orang miskin jangan melawan orang kaye. Orang kaye jangan melawan penguase," kata Ahok dengan dialek dan logat Belitung.

Selain para pemeran di atas, masih ada aktor kenamaan lainnya. Beberapa di antaranya adalah Edward Akbar, Yayu Unru, Donny Damara, dan Jill Gladys.

Sebelumnya, sutradara Putrama Tuta menjelaskan A Man Called Ahok fokus bercerita tentang kehidupan Ahok di Belitung Timur dari SMP sampai menjadi Bupati. Terutama akan bercerita tentang hubungan keluarga antara Ahok dengan Kim Nam.

Dia mengatakan lebih dari 90 persen cerita berada di Belitung Timur. Sepak terjang politik Ahok di Jakarta hanya sedikit diceritakan.

"Saya mau ceritakan yang belum orang ketahui, seperti bagaimana karakter Ahok terbentuk seperti sekarang. Bukan bagaimana Ahok mengalami konflik sekarang," kata Tuta saat jumpa media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

Selain sebagai sutradara, Tuta juga berperan sebagai penulis bersama Ilya Sigma dan Dani Jaka. Penulisan naskah dilakukan selama bulan Februari sampai Desember 2017 sembari riset, termasuk bertemu dengan Ahok.

Film berjudul A Man Called Ahok ini diadaptasi dari buku berjudul sama karya Rudi Valinka alias Kurawa. Buku tersebut berisikan kumpulan cuitan Kurawa lewat Twitter tentang kehidupan lampau Ahok di Belitung Timur. (adp/fea)