Mac Miller Meninggal Dunia Bukan Karena Overdosis

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 14:25 WIB
Mac Miller Meninggal Dunia Bukan Karena Overdosis Penyebab kematian rapper Mac Miller dipastikan bukan overdosis, melainkan keracunan obat-obatan yang ditelan bersamaan. (Foto: Rich Fury/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua bulan setelah kematian rapper Mac Miller, pihak penyidik koroner Los Angeles, Amerika Serikat, mengungkapkan pada Senin (5/11) bahwa penyebab utama kematian sang rapper bukan overdosis.

Dalam rilis resmi itu, dikutip dari Ace Showbiz, disebut kombinasi obat yang ditelan Miller secara bersamaan adalah penyebabnya. Kombinasi kokain, etanol, dan fentanil di dalam tubuhnya menjadi pemicu keracunan yang akhirnya berujung pada kematian.




Sebelumnya, mantan kekasih Ariana Grande ini santer dikabarkan meninggal karena overdosis. Namun menurut hasil pemeriksaan pihak penyidik, kadar obat yang terkandung di dalam tubuh Miller tidak dalam level berlebihan atau tahap overdosis. Justru, kombinasi obat-obatan tersebut yang terbukti mematikan.

Pria bernama asli Malcolm McCormick ini memang telah lama terbuka berjuang melawan kecanduannya akan obat-obatan yang dicampur penggunaannya.

Dalam sebuah kesempatan, dirinya mengaku pernah kecanduan mencampur sebuah obat batuk dan soda setelah dihujani komentar buruk tentang karya debutnya di 2011 lalu.

"Banyak komentar yang lebih menuju kepada saya sebagai seorang pribadi. Jujur, itu hal yang lebih buruk. Anda baru 19 tahun dan merasa sangat antusias dengan rilisnya album pertama Anda. Anda rilis dan ternyata tak ada yang menghargai apa yang Anda lakukan," ujarnya kepada Complex pada 2013 silam.



Mac Miller meninggal pada September silam. Ia ditemukan asistennya dalam keadaan tak bernyawa di kediamannya di Los Angeles.

Alkohol dan beberapa pil obat-obatan juga turut dijumpai di dekat tubuh mendiang Miller.

Sebelum kematiannya pada September lalu, Miller juga sempat bermasalah perihal tindakan kekerasan akibat pengaruh alkohol dan penangkapannya karena mengendara dalam kondisi mabuk hingga menyebabkan kecelakaan pada Mei silam. Namun setelah kematiannya, Jaksa Pengadilan Los Angeles memutuskan pembatalan tuntutan terhadapnya. (dna/rea)