Pembunuh John Lennon Terpuruk dalam Sesal

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 19:51 WIB
Pembunuh John Lennon Terpuruk dalam Sesal Usaha naik banding pembunuh John Lennon ditolak untuk yang ke-10 kalinya. (Foto: AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 8 Desember 1980, Mark Chapman mengarahkan pistol kepada John Lennon dan menarik pelatuk, lima kali. Perbuatannya ini tak hanya menumbangkan Lennon namun juga membuat dunia sedih dan gusar.

Hampir 40 tahun kemudian, Chapman masih harus mendekam di balik jeruji besi. Sebuah transkrip pengadilan yang dilansir dari NME baru-baru ini mengungkapkan isi hati pria 63 tahun itu.

Pengajuan banding Chapman telah ditolak untuk ke-10 kalinya pada Agustus lalu. Ia divonis 20 tahun penjara sampai seumur hidup sejak peristiwa yang mengubah dunia tersebut.




"Tiga puluh tahun lalu saya tidak akan mengatakan saya malu dan sekarang saya tahu apa itu malu," kata suara Chapman dalam rekaman audio.

"Ini semacam ketika kau menutupi wajahmu, dan kau tak mau, kau tahu, meminta apapun," lanjutnya.

Chapman memberitahu para juri bahwa sampai hari ini, dirinya masih mengingat bagaimana pesona Lennon memikat hatinya.

Ia juga mengaku sempat terlibat perdebatan dengan diri sendiri sebelum menembak.



"Saya jadi terlalu jauh. Saya ingat berpikir, 'hei, kamu harus mendapatkan albumnya sekarang. Lihat ini, dia (Lennon) akan menandatanganinya, lalu pulanglah'. Tetapi tidak ada cara untuk pulang," tutur Chapman.

Di kesempatan yang sama, Chapman mengklaim ia hanya mencari ketenaran dan sama sekali tak bermaksud buruk pada Lennon, meskipun untuk itu ia mengisi pistol dengan peluru tajam.

Pada 8 Desember 1980, John Lennon sedang bersama istrinya, baru saja sampai kediaman mereka setelah dari Studio Record Plant. Pasangan eksentrik ini tepat di gerbang gedung apartemen, ketika Lennon tiba-tiba terjatuh.

Lennon diumumkan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. (rea)