Seri 'The Naked Traveler' Trinity Dipensiunkan

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 10:32 WIB
Seri 'The Naked Traveler' Trinity Dipensiunkan Trinity memutuskan mengakhiri 'The Naked Traveler.' (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jauh sebelum catatan perjalanan menjadi tren di rak-rak buku, tulisan ringan Trinity menjadi inspirasi bagi pencinta traveling. Beberapa tahun kemudian, liburan-plus menuangkannya ke dalam blog atau bahkan buku-jadi kegiatan lazim anak muda.

Buku Trinity sang naked traveler pun berlanjut sampai kedelapan.

Namun The Naked Traveler 8 Farewell yang rilis Januari 2019 bakal menjadi kali terakhir Trinity menuangkan perjalanannya yang sering diwarnai candaan konyol sampai tip bermanfaat itu. Perannya selama 11 tahun membantu traveler muda berani jalan-jalan ke berbagai negara, pensiun sudah. Ia merasa ini saatnya The Naked Traveler diakhiri.



Trinity sendiri akan berhibernasi. Belum ada rencana selanjutnya.

"Sebenarnya karena banyak faktor. Dari aku sendiri, ingin berkembang nulis yang lain. Belum dipikirin, tapi mungkin genre lain. Ingin hibernasi. Blog juga akan ada perubahan, tampilan baru," ujar Trinity kepada kantor berita Antara di Jakarta, Kamis (20/12).

Trinity mengakui, tak mudah baginya melepas 'anak' yang sudah dilahirkannya 11 tahun lalu. Namun ia merasa tetap harus mengakhirinya. Perasaannya pun campur aduk.

"Agak lega karena selesai. Sedih juga karena ini brand sendiri dan sudah didaftarkan di HKI. Banyak ditiru, tapi memang harus diakhiri. Sama kayak pembaca, excited tapi sad. Karena itu lah aku bisa jadi sampai sekarang ini," ujarnya mengungkapkan.


Namun ia merasa tak muda lagi, sementara pembaca dan peminat liburan justru "go younger." Dengan usianya kini, Trinity juga merasa tak bisa banyak traveling seperti dulu lagi. Apalagi semua tempat yang dikunjunginya sudah dituangkan. Ceritanya sudah disampaikan.

Dalam persembahan terakhirnya, Trinity akan memberikan sesuatu yang spesial. Yakni, memasukkan dua cerita pilihan yang menarik dari pembaca loyalnya. Cerita diambil dari semacam lomba yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Isinya, bagaimana The Naked Traveler mengubah hidup pembacanya. Ia juga memasukkan negara-negara yang belum pernah ditulis.

"Di sini aku akan memasukkan negara-negara yang An. Kazakshtan, Uzbekistan, Kirgizstan, Iran, Oman, Jordan," ujar Trinity menambahkan.


Trinity bisa disebut sebagai orang pertama yang memiliki travel blog di Indonesia. Ia sudah mulai membagikan pengalaman dan tip liburan sejak 2005. Awalnya hanya blog. Namun pada 2007 ia akhirnya bisa menelurkan karya pertamanya berupa buku The Naked Traveler.

Dari bukunya itu ia membuat hidup banyak orang berubah. Ada yang hanya pernah niat traveling, jadi berani dan nekat, seperti judul bukunya. The Naked Traveler juga sempat difilmkan, dengan Maudy Ayunda dan Hamish Daud sebagai bintang utamanya.

Selama 13 tahun menulis, Trinity sadar ada perubahan zaman yang harus ia ikuti. Dari segi tulisan, ia jadi tak bebas mengungkapkan apa saja. Ada pakem yang harus diikuti.


"Dulu dari mulai bukunya cuma hitam-putih tanpa gambar dan foto, lama-lama pakai ilustrasi, full color, dan seterusnya. Dulu kita kalau nulis joke rasis dan SARA masih lucu. Sekarang pas lihat lagi, kok berani banget dulu ya," tuturnya.

Trinity bukan tidak pernah mengalami 'sensor.' Buku pertama dan keempatnya, katanya, sempat ditarik karena terlalu vulgar. "Sekarang tulisan lebih mature, lebih bisa bikin nangis, lebih ada opini," ia melanjutkan saat diminta membandingkan.

Cara traveling-nya pun berubah. Dahulu Trinity lebih menikmati perjalanannya. Kini ia juga harus memikirkan konten untuk media sosialnya, khususnya foto untuk Instagram.

"Penulis zaman sekarang enggak bisa nulis doang, harus tampil dan punya media sosial, harus bisa public speaking. Sekarang begitu ada Instagram semua berubah. Foto juga harus bagus, caption harus menarik dan lengkap informasinya. Sekarang kalau ada pemandangan bagus, menikmatinya paling sebentar, habis itu foto," jelasnya membeberkan. (Antara/rsa)