Gitaris Tak Lagi Label untuk Para Pria

Tim, CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 07:11 WIB
Gitaris Tak Lagi Label untuk Para Pria Taylor Swift salah satu contoh pernyanyi bergitar. (Foto: Kevin Winter/Getty Images for DIRECTV/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bergitar kini tak lagi dkuasai kaum adam. Perusahaan Instrumen Musik Fender merilis sebuah penelitian yang menunjukan bahwa 50% gitaris baru di Amerika Serikat dan Inggris Raya adalah kaum hawa
Penelitian yang berkolaborasi dengan ahli saraf dan musisi Daniel Levitin ini menemukan semua gitaris pemula dan pemain aspiratif adalah wanita.
CEO Fender, Andy Mooney menyebut tim Inggris Raya terkejut dengan penemuan yang persis dengan apa yang terjadi di AS.

"Adapula kepercayaan bahwa perubahan ini dipicu oleh faktor Taylor Swift yang mungkin menciptakan angka 50% itu. Padahal kenyataannya, tidak demikian," ucap Mooney.
"Taylor sudah berpindah, saya kira ia bermain gitar di panggung lebih jarang dibandingkan dulu. tetapi, wanita muda masih memimpin penjualan di angka 50%, sehingga fenomena itu sudah menjalar dan menyebar ke seluruh dunia," tambahnya.
Hasil dari riset itu sama dengan survei Fender tiga tahun lalu di AS. Riset itu membuat target kampanye promosi pengenalan gitar diarahkan kepada band generasi milenial yang diketuai wanita, seperti Warpaint dan Bully.

Bukan saja soal dominasi gender, penelitian menemukan pembeli dari ras Afrika-Amerika dan Hispanik berangsur-angsur meningkat. 19% pemain aspiratif adalah orang Afrika-Amerika dan gitaris pemula 25%nya terdiri dari orang Latin.
"Kini pemain berkembang di konteks budaya dan kondisi musik populer yang berbeda. Penyanyi yang sedang naik daun, seperti Mura Masa, Tash Sultana, Youngr, Daniel caesar, Grimes, dan Ed Sheeran mengubah cara gitar digunakan," jelas Mooney.
Tak dipungkiri, genre musik tanpa gitar, seperti hip Hop, musik dansa elektronik, semakin meroket dan menyingkirkan rock n roll dari papan lagu teratas. Namun, banyaknya pengguna gitar menunjukan bahwa gitar bukan sekadar alat musik, melainkan bagian dari aksi panggung dan eksistensi sosial.



(rea)