Perjalanan Ardian Syaf Usai Kasus '212' di 'X-Men Gold'

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 18:22 WIB
Perjalanan Ardian Syaf Usai Kasus '212' di 'X-Men Gold' Ardian Syaf. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komikus Ardian Syaf tak butuh waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan usai dipecat Marvel Comics pada awal 2017 lalu. Beberapa bulan setelah itu ia ditawari bekerja di BumiLangit Komik.

"Saya bersahabat sejak lama dengan Iwan Nazif (salah satu komikus BumiLangit Komik). Setelah saya sudah tidak di Marvel, Iwan yang ajak saya," kata Ardian saat ditemui CNNIndonesia.com di kawasan Pondok Indah, baru-baru ini.

Ardian dipecat oleh Marvel Comics setelah menuliskan 'QS 5:51' dan '212' dalam komik X-Men Gold #1. 'QS 5:51' berarti surat Al-Maidah ayat 51 dan '212' merujuk pada Aksi Bela Islam atas kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.


Pria kelahiran Tulungagung ini sebenarnya bukan orang baru dalam dunia komik. Pada 2009 ia menjalin kontrak eksklusif bersama DC Comics dengan durasi tujuh tahun.


Banyak seri komik yang ia garap selama bernaung di DC Comics. Beberapa di antaranya adalah Justice League, Batman Blackest Night, Superman/Batman, Green Lantern Corps dan Birds Of Frey.

Saat menjadi komikus DC, Ardian sebenarnya juga bekerja dengan Dynamite Entertainment. Kerja sama dengan Dynamite Entertainment ia jalin sebelum meneken kontrak dengan DC Comics.

"Aku ada kontrak eksklusif dengan perusahaan komik yang belum besar. Kemudian perusahaan itu bangkrut sehingga semua karakter dibeli sama Dynamite, jadi saya masih ada ikatan kontrak," kata Ardian.

Kontrak Ardian dengan Dynamite habis lebih dulu ketimbang DC Comics. Setelah kontrak dengan DC Comics selesai, ia beralih ke Marvel Comics.


Di Marvel Comics, kata Ardian, ia hanya bekerja selama beberapa bulan saja. Ia mengingat hanya mengerjakan tiga seri komik, salah satunya X-Men Gold.

Sejak dipecat Marvel Comics, Ardian tetap menggambar untuk kolektor yang ingin membeli. Terkadang ia juga menjual desain asli atas komik-komik yang pernah ia garap selama bekerja di DC Comics dan Marvel Comics.

"Saya juga sempat mengerjakan komik Laksamana Malahayati, bekerja sama dengan Marcella Zalianty. Setelah itu saya dapat tawaran dari BumiLangit," kata Ardian.

Saat bekerja dengan BumiLangit, Ardian bertugas mengerjakan komik Mandala yang rilis secara digital lewat fanpage facebook BumiLangit Komik. Karakter Mandala pertama kali muncul dalam seri komik Mandala karya Mansyur Daman yang rilis tahun 1970an.

'X-Men Gold''X-Men Gold'. (Courtesy marvel.com)

Saat ini Ardian akan mengerjakan komik Gundala yang berkaitan dengan film. Komik tersebut akan rilis pada waktu yang berdekatan dengan perilisan film.

"Waktu zaman saya, sudah mati suri, saya tidak membaca, saya hanya tahu bahwa ada karakter Gundala seperti apa yang dibuat Harya Suraminata (Hasmi)," kata Ardian.

Untuk menggambar Gundala, Ardian tidak akan membaca komik yang lama atau yang baru. Ia hanya akan menonton film sebagai referensi menggambar karakter Gundala.

"Saat ini sudah dalam proses penulisan cerita, saya hanya menggambar, sekitar bulan Februari saya mulai menggambar. Yang jelas, paling tidak tahu latar belakang setiap tokoh, jadi ada sisi lain yang kita angkat," kata Ardian.

[Gambas:Instagram]

Ardian melanjutkan, "Kalau di Hollywood, komik yang berkaitan film sama persis dengan film, nah ini beda. Komik mengangkat hal-hal yang tidak detail di film Gundala."

Ardian tidak bisa membayangkan bisa mengerjakan komik Gundala. Walau tidak membaca komik, ia menggemari Hasmi. Bahkan ia sempat ditelepon sang komikus. Hasmi mengetahui nomor telepon Ardian karena saudaranya berteman dengan ayah Ardian.

Ardian Syaf juga beberapa kali sempat bertemu dengan Hasmi sebelum meninggal. Pertemuan yang paling berkesan adalah saat ia diajak naik ke panggung pada salah satu acara di Surabaya. (adp/end)