Konser Batal, Seungri 'BIGBANG' Ingin Penyelidikan Menyeluruh

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 28/02/2019 16:14 WIB
Konser Batal, Seungri 'BIGBANG' Ingin Penyelidikan Menyeluruh Sebelum diumumkan batal konser di Jakarta, Seungri 'BIGBANG' sempat mengatakan ingin penyelidikan menyeluruh dan minta maaf atas kasus yang membelitnya. (dok. YG Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konser Seungri di Jakarta baru saja diumumkan batal, Kamis (28/2). Pengumuman tersebut datang setelah personel BIGBANG itu mendatangi Kepolisian Korea Selatan, Rabu (27/2) malam waktu setempat.

Sebelum memulai penyelidikan, Seungri sempat mengatakan kepada media terkait keinginannya atas penyidikan tersebut dan kembali meminta maaf soal kasus yang membelitnya.

"Pagi ini, saya mengajukan petisi meminta penyelidikan menyeluruh terhadap diri saya. Sekali lagi, saya minta maaf karena menimbulkan kekhawatiran dan kemarahan dengan berbagai kontroversi dan tuduhan," kata Seungri dalam pernyataannya.


"Saya akan sungguh-sungguh bekerja sama dengan penyelidikan sehingga kebenaran bisa diungkapkan sesegera mungkin," lanjutnya.


Delapan setengah jam kemudian, Seungri keluar dari kantor polisi. Di dalam, ia mengaku menjalani tes urine dan folikel untuk menjawab tentang dugaan narkoba.

Selain itu Seungri juga menjalani pemeriksaan terkait penyediaan pekerja seks komersial untuk investor bisnisnya.

Menurutnya, ia melakukan itu semua demi memperbaiki nama baik.

"Penyelidikan semua tuduhan telah selesai. Mengenai narkoba, saya menjalani semua tes narkoba yang diminta oleh unit narkotika. Banyak orang marah tentang berbagai kontroversi, dan saya akan bekerja sama dengan polisi sehingga semua kecurigaan dapat dihilangkan."


Untuk rincian lebih lanjut, Seungri mengatakan agar menunggu hasil penyelidikan polisi. Dia sendiri pun menyatakan siap jika polisi masih membutuhkan penyelidikan lain terhadap dirinya.

Sebelumnya, pada 26 Februari lalu SBS funE memberikan laporan eksklusif yang memuat pesan teks berbalas antara Seungri, seorang karyawan dan CEO Yoo dari Yuri Holdings, sebuah perusahaan investasi yang sedang didirikan oleh Seungri.

Dalam teks tersebut, terungkap adanya saran untuk menawarkan layanan pendamping seksual.

YG segera menanggapi laporan itu, menyatakan bahwa mereka telah berbicara dengan Seungri yang menyebut pesan-pesan teks tersebut hanya buatan belaka.

[Gambas:Instagram]

Perusahaan Yuri Holdings pun merilis pernyataan resmi bernada serupa, mengatakan ada seseorang berniat buruk pada mereka.

Namun jurnalis Kang Kyung Yoon dari SBS funE yang inisial namanya tercantum dalam artikel eksklusif bersikeras tak ada yang dibuat-buat, serta dirinya siap bekerja sama dalam penyidikan.

Segala keributan ini terjadi setelah klub Burning Sun diduga menjadi lokasi pengedaran narkoba dan penyerangan seksual, dengan kamera tersembunyi mengikuti. Seungri jadi terlibat dalam kontroversi lantaran dirinya adalah konsultan klub.

Pada Kamis (28/2) siang, agensi YG Entertainment mengumumkan membatalkan dua konser penyanyi binaannya tersebut demi menjalani pemeriksaan secara seksama.

[Gambas:Youtube]

"Seungri, yang akan mengunjungi Osaka pada 9 dan 10 Maret dan Jakarta pada 17 Maret 2019 terpaksa membatalkan konsernya. Kami memohon kemurahan hati dari siapa pun yang telah menantikan penampilan ini," tulis pernyataan YG, dikutip dari IMBC via Naver.

"Seungri yang datang ke polisi kemarin, Rabu (27/2) pukul 9 malam telah menjalani penyelidikan selama 8,5 jam atas dugaan kasus seksual. Kami berencana untuk menghentikan semua jadwal dan secara aktif bekerja sama dengan penyelidikan polisi ke depan," imbuh agensi Seungri. (agn/end)




BACA JUGA