Ulasan Film: 'Captain Marvel'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 12:49 WIB
Ulasan Film: 'Captain Marvel' Marvel menampilkan kisah Carol Danvers (Brie Larson) sebagai penghubung menuju 'Avengers: Endgame' melalui narasi 'Captain Marvel'. (Dok. Marvel Entertainment via Youtube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Simpan tenaga dan kegairahan untuk Avengers: Endgame kala ingin menonton Captain Marvel. Alangkah baiknya, tidak berekspektasi terlalu tinggi karena film superhero wanita Marvel ini sebenarnya tak memiliki banyak hal yang spesial.

Marvel Studios seperti tak serius mengenalkan Captain Marvel. Seolah, film yang dibintangi Brie Larson ini dibuat hanya karena Captain Marvel muncul di Avengers: Endgame pada April mendatang.

Hal itu semakin menegaskan anggapan miring bahwa film Captain Marvel memang hanya sekadar jembatan antara 'Infinity War' dengan 'Endgame'.


Akan tetapi, film ini memang mengisahkan biografi singkat dari sosok Captain Marvel. Tentang bagaimana Carol Danvers bisa menjadi makhluk Kree dengan kekuatan yang luar biasa dan sosok superhero wanita pertama Marvel itu.


Terlebih, film ini sebenarnya kurang ramah bagi penonton non-penggemar fanatik Marvel. Ada banyak adegan yang hanya bisa dimengerti oleh penonton yang telaten mengikuti film-film Marvel Cinematic Universe (MCU).

Film berdurasi dua jam empat menit ini dituturkan dengan pola maju-mundur untuk menjelaskan perjalanan hidup Carol Danvers. Fakta tentang Captain Marvel dibuka secara perlahan dari satu adegan ke yang lainnya.

Sutradara dan penulis Anna Boden dan Ryan Fleck seolah mengajak penonton untuk ikut menganalisis menyusun cerita bak bermain teka-teki.

Film 'Captain Marvel' dibintangi Brie Larson sebagai Carol Denvers.Film 'Captain Marvel' dibintangi Brie Larson sebagai Carol Danvers. 9Dok. Marvel Entertainment via Youtube)

Belum lagi, ada banyak adegan yang berkaitan dengan cerita semesta Marvel lainnya. Salah satunya, ketika Nick Fury (Samuel L Jackson) membahas soal S.H.I.E.L.D.

Hal inilah yang membuat, mungkin, penonton bukan pengikut MCU menjadi rawan kebingungan dan sulit memahami narasi Captain Marvel.

Film ini juga masih menuturkan cerita yang klasik stereotipe film superhero Marvel, seperti ketika sosok pahlawan belajar dari kesalahannya untuk menjadi tak terkalahkan.


Keputusan tersebut sebenarnya rawan bagi Marvel, mudah ditinggalkan penonton karena jenuh. Bayangkan, selama 11 tahun Marvel Studios membuat 21 film dengan pola yang sama. Detail setiap cerita memang tak tertebak, namun premis yang sama membuat akhir film mudah ditebak.

Dari segi akting, kualitas Larson dan Jackson tidak perlu diragukan lagi. Mereka benar-benar bisa berperan dengan baik tanpa cacat. Begitu pula dengan aktor pendukung seperti Jude Law, Ben Mandelsohn dan Lashana Lynch.

'Captain Marvel' akan muncul di 'Avengers: Endgame'.'Captain Marvel' jadi penghubung menuju 'Avengers: Endgame'. (dok Marvel Entertainment)

Salah satu kekecewaan kala menonton film ini adalah dari segi efek visualnya. Ada banyak adegan laga Captain Marvel yang tak mulus saat menggunakan efek, seperti ketika sang superhero terbang untuk melawan musuh sembari menggunakan kekuatannya.

Secara keseluruhan Captain Marvel masih bisa diterima meski tidak ada yang spesial. Walau pun begitu, mau tak mau kehadiran film ini sebenarnya perlu untuk mengisi lini masa MCU.

Seperti selayaknya film Marvel yang lain, bagian akhir film selalu dinantikan, dan sebenarnya tak boleh dilewatkan. Ada lebih dari satu cuplikan yang diberikan Marvel di momen 'after credit'.

Captain Marvel rilis mulai 6 Maret 2019 dan bisa disaksikan di jaringan bioskop 21 Cineplex, CGV Blitz dan Cinemaxxx.

[Gambas:Youtube] (adp/end)