Box Office 'Captain Marvel' Diharapkan Susul 'Black Panther'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 11:40 WIB
Box Office 'Captain Marvel' Diharapkan Susul 'Black Panther' Baru rilis, 'Captain Marvel' diberikan beban berat berupa harapan mampu membawa penonton kembali ke bioskop dengan box office menyusul 'Black Panther'. (Dok. Marvel Entertainment via Youtube)
Jakarta, CNN Indonesia -- 'Captain Marvel' yang telah tayang pada pekan ini diharapkan para analis box office mampu memancing capaian yang memuaskan.

Film superhero wanita Marvel itu telah tayang di Indonesia per Rabu (6/3) dan akan rilis di pasar domestik Amerika Utara pada Jumat (8/3). Di pasar domestik sendiri, film ini ditayangkan di lebih 4.100 lokasi.

Dengan lokasi sebanyak itu, box office akhir pekan debut 'Captain Marvel' diprediksi mencapai US$125 juta di pasar domestik. Bahkan sejumlah analis lainnya memprediksi film ini bisa mencapai US$145 juta di tiga hari pertama.


Variety menyebutkan, bila asumsi tersebut benar terjadi, maka 'Captain Marvel' akan menjadi film dengan box office pembukaan akhir pekan tiga digit pertama pada 2019.


Dengan capaian tersebut, 'Captain Marvel' bisa menjadi awal yang baik untuk film superhero yang berdiri sendiri setelah 'Black Panther' (2018) yang mendulang US$202 juta di akhir pekan pertamanya.

Raihan 'Captain Marvel' itu tentu berpeluang bertambah dari setoran pasar internasional. Tercatat, sebagian besar pasar internasional, termasuk Indonesia, memutar film itu akhir pekan ini terkecuali Jepang yang baru rilis pada 15 Maret.

Ekspektasi ini sebenarnya tergolong tinggi bagi 'Captain Marvel' dan Marvel Studios untuk mampu menampilkan performa film superhero wanita pertamanya dengan baik.

Terlebih, catatan box office pada Februari lalu tak seindah kala 'Black Panther' mampu memecahkan rekor pendapatan film yang biasanya rendah di bulan-bulan awal tahun.

Dua bulan awal 2019 pun sejauh ini tak memiliki film blockbuster sehingga dilaporkan Comscore, penjualan tiket di pasar domestik mengalami penurunan 28 persen dari periode sebelumnya.


Di sisi lain, tak semua film mampu mencapai prediksi, seperti 'The Kid Who Would Be King' dan 'The Lego Movie 2: The Second Part' yang gagal mempertahankan penonton datang ke bioskop di tengah tawaran memanjakan dari layanan streaming seperti Netflix.

Dengan kondisi tersebut, film ke-21 Marvel Cinematic Universe ini amat diandalkan untuk kembali menarik penonton ke bioskop.

"Momen ini menjadi awal yang sedikit lambat bagi industri," kata Tim League, CEO dan pendiri jaringan bioskop Alamo Drafthouse.

"Ada permintaan blockbuster yang terpendam yang belum terpenuhi sejak momen liburan. Kami merasakan sedikit kelesuan tersebut di pasar." lanjutnya, dikutip dari Variety. (end)