Iwan Fals soal Debat Cawapres: Pintar-pintar Ya

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 22:53 WIB
Iwan Fals soal Debat Cawapres: Pintar-pintar Ya Usai melihat adu gagasan dan program antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, musisi Iwan Fals ikut berkomentar. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Debat cawapres dalam Pilpres 2019 rampung diselenggarakan, Minggu (17/3). Usai melihat adu gagasan dan program antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, musisi Iwan Fals ikut berkomentar.

"Pinter-pinter ternyata ya," kata Iwan Fals dalam unggahan di Twitter-nya, Minggu (17/3).




Pelantun Bento tersebut juga sempat menyelenggarakan jajak pendapat untuk pengikutnya. Hasilnya, jajak pendapat tersebut banyak suara diberikan kepada Ma'ruf Amin (MA) sebesar 53 persen.





Dalam debat yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, tersebut, baik Ma'ruf maupun Sandi saling adu pendapat tentang empat tema yakni pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan budaya.

Dalam bidang pendidikan, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut akan memantau dana pendidikan yang saat ini hampir 60 persen mengalir ke daerah, dan sering tak terpantau.


Sedangkan bagi Sandiaga Uno, salah satu strategi di bidang pendidikan adalah menghapus ujian nasional. "Kami pastikan bahwa ujian nasional dihentikan dan diganti dengan penelusuran minat dan bakat," katanya.

Sandiaga dan Ma'ruf Amin memaparkan programnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja baik dalam maupun luar negeri.

Debat Pilpres putaran ketiga diikuti oleh Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). (CNN Indonesia/Andry Novelino)Debat Pilpres putaran ketiga diikuti oleh Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). (CNN Indonesia/Andry Novelino)


Ma'ruf mengatakan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yang perlu dibenahi adalah pendidikannya.

"Pendidikan akan direvitalisasi baik SMK, Politeknik, akademi, kita akan kerjasama dengan kelompok dunia usaha," katanya.


Selain itu, bila terpilih Jokowi-Ma'ruf akan mengembangkan kursus yang kepintaran dan kecakapan.

"Kami akan kembangkan kursus-kursus melalui Balai Latihan Kerja (BLK), BUMN, dan kursus yang bisa diaplikasi dengan digital. Baik kursus yang sifatnya kepintaran, kecakapan, kebugaran," ujar Ma'ruf.

Sementara Sandiaga mengatakan Prabowo-Sandi memiliki program 'Rumah Siap Kerja' yang menawarkan link and match antara dunia usaha dengan dunia akademi.

[Gambas:Video CNN]

"Sungguh ironis 61 persen pengangguran adalah angkatan muda, mereka masuk SMK untuk masuk kerja, tapi malah susah. Kami akan meningkatkan keterampilan mereka," katanya.

Menurut Sandi yang dibutuhkan oleh anak muda adalah kesempatan. Perkembangan lengkap mengenai debat cawapres Pilpres 2019 dapat dilihat di sini. (end)