Kesulitan Vino G. Bastian Belajar Bahasa Arab demi Buya Hamka

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 18:33 WIB
Kesulitan Vino G. Bastian Belajar Bahasa Arab demi Buya Hamka Vino G. Bastian belajar bahasa Arab demi Buya Hamka. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Vino G. Bastian merasa kesulitan belajar bahasa Arab saat memerankan Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka dalam film biopik. Hamka yang merupakan tokoh ulama, politik sekaligus sastrawan ternama, diketahui andal berbahasa Arab selama hidupnya.

"[Saya] belajar bahasa Arab rutin selama dua bulan. Dalam satu minggu itu ada beberapa kali ketemu guru untuk belajar bahasa Arab, dari Majelis Ulama Indonesia [MUI]," kata Vino usai jumpa media di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Saat itulah Vino baru tahu bahwa bahasa Arab cukup sulit. Ada beberapa tatanan atau tingkatan tergantung situasinya, seperti bahasa resmi, bahasa ilmiah dan bahasa nonformal.



Selama belajar, Vino bersama guru bahasa Arab harus memilih tatanan mana yang tepat digunakan untuk film. Ia juga mendalami bahasa Arab sesuai dengan naskah yang dibuat.

Bukan hanya Vino, aktris Laudya Cynthia Bella yang berperan sebagai Siti Raham (istri Buya Hamka) juga kesulitan belajar bahasa Arab. Ia bahkan mengaku punya kesulitan lain, yakni mendalami latar waktu karena hidup di zaman yang jauh berbeda.

"Reading [pembacaan naskah] selama 20 hari, [saya merasa kurang] kalau bisa minta satu bulan lagi. Tapi, ya, jadwal udah mepet banget," kata Bella.


Meski begitu, Bella merasa sangat terhormat berperan sebagai Siti Raham.

"Tidak akan ada orang yang menolak untuk berperan di film ini. Alhamdulillah peran ini menjadi milik saya, rezeki saya," kata Bella.

Selain Vino dan Bella, film ini juga dibintangi oleh Desi Ratna Sari sebagai ibu Buya Hamka bernama Safiyah dan Donny Damara sebagai ayahnya, bernama Abdul Karim Amrullah. Ada pula Ayu Laksmi, Ayudya Bing Slamet, Mawar de Jongh, Ben Kasyafani, Verdi Solaiman, Teuku Rifnu Wikana, dan Rey Bong.

[Gambas:Video CNN]

Pengambilan gambar film ini dimulai pada April mendatang di Sumatera Barat, Semarang, Tegal, Jakarta, dan Sukabumi. Direncanakan syuting akan selesai dalam waktu 62 hari. Film biopik ini dijadwalkan rilis tahun depan.

Buya Hamka merupakan salah satu tokoh agama Islam paling terkenal di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai ketua MUI dan aktif di Muhammadiyah. Ia juga sastrawan andal. Buku-bukunya yang terkenal, Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1938) sudah lebih dahulu diadaptasi menjadi film. (adp/rsa)