Ulasan Album

Usaha Kelewat Keras Khalid dalam 'Free Spirit'

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 28/04/2019 20:08 WIB
Usaha Kelewat Keras Khalid dalam 'Free Spirit' Khalid seperti kebingungan di album keduanya yang bertajuk 'Free Spirit'. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di usia yang masih sangat muda, Khalid sudah punya amunisi terbaik yang harus diperhitungkan: vokal. Pada 2016, di usia 18 tahun, dia bergumam tentang 'Location'-nya dan langsung jadi pembicaraan, seiring dengan album debut 'American Teen' yang rilis pada Maret 2017.

Kini, Khalid telah memasuki batas usia legal untuk minum alkohol dan resmi melepas album kedua, 'Free Spirit' yang memuat kolaborasinya bersama Disclosure sebagai produser lagu 'Talk' dan John Mayer dalam 'Outta My Head'. Tampaknya dia memang sudah 'tumbuh dan berkembang'.

Khalid banyak berbicara soal perasaannya dalam 'Free Spirit'. Ia sudah bukan pemuda bodoh dan bangkrut (Young Dumb and Broke), dengan tiga tur yang telah dilakoninya sepanjang 2017-2018 seharusnya ia tak perlu khawatir kehabisan uang dalam waktu dekat.


Yang menarik adalah bagaimana Khalid terdengar seolah mencoba tetap sama seperti saat ia berusia 19 tahun. Sebelum Free Spirit, ia terlebih dahulu melepas mini album 'Suncity', semacam persiapan barangkali karena semangatnya tidak jauh berbeda. Masih kental dengan musik RnB dan pop, Khalid menunjukkan progres menarik dari seorang newbie yang pernah serta dalam salah satu lagu Kendrick Lamar menjadi seorang eksplorer - yang masih mencari dan belum mendapatkan jawaban.


Di ke-17 lagu di Free Spirit, ia kerap berdiskusi tentang hubungan dua orang seperti dalam Talk dan My Bad, serta hubungan dengan dirinya sendiri seperti di Intro. Katanya, "I can't even live with being by myself, that's the part of me that really needs your help. Lately, I haven't been doing very well."

Dalam Bad Luck, Khalid menuturkan hal yang bisa jadi ia juga baru tahu, "People only love you when they're needing your wealth, damn, laying down, staring at my ceiling fan. Everybody acting like they give a damn, where is everybody when you need a hand?" Komposisi bagus antara gitar dan drum, licin seperti satin.

[Gambas:Youtube]

Rasanya seperti Khalid berusaha memastikan dirinya masih tetap sama setelah kini mendapatkan popularitas. Di Alive dan Self, ia berbicara tentang keraguan pada diri sendiri. Namun di sisi lain, ia masih menyempatkan diri bersenang-senang seperti dalam Saturday Nights.

Sayangnya dengan begitu banyak lagu di album kedua ini, Khalid justru terdengar stagnan. Album ini tidak lebih baik dari American Teen, tidak pula lebih buruk, semacam repetisi. Dengan perubahan hidup yang dialami Khalid dalam beberapa tahun terakhir, bisa dimengerti kalau ia kebingungan.

[Gambas:Youtube]

Setelah mendengar seisi Free Spirit berulang-ulang, album ini mulai terasa seperti diupayakan terlalu keras untuk menjadi sempurna. Padahal di sini terlibat nama-nama besar belakang layar seperti Stargate, Disclosure, Hit-Boy dan Murda Beatz. Disclosure dalam Talk pun nyaris hanya ala kadarnya, dengan batasan tertentu.

Tidak perlu heran kalau lantas Free Spirit hanya menyisakan dua atau tiga lagu yang masuk dalam daftar Spotify Anda. (rea)