Deredia yang Setia pada Musik 1950-an

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 05:41 WIB
Deredia yang Setia pada Musik 1950-an Deredia siap dengan album baru setelah Lebaran. (Screenshot via instagram (@derediamusic))
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak seperti musisi kekinian lain yang merambah genre pop atau rock, Deredia setia dengan mengusung gaya bermusik era 1950-an. Louise M. Sitanggang sang vokalis mengakui, banyak orang tidak tahu dan salah mengira musik mereka usung adalah era 1960-an atau 1970-an.

Mencari arsip soal musik era 1950-an di Indonesia memang sulit.

Yosua Simanjuntak sang gitaris berkata, mengenali musik era 1950-an paling mudah dengan mencermati notasi musiknya. Notasi musik rata-rata melodius dan kompleks.


"Biasanya pendengar Indonesia enggak suka musik kompleks, tapi kok ternyata mereka bisa terima, kaget juga. Oh mungkin segmennya A dan B, kami cuma tebak-tebakan, eh C dan D banyak juga," ujar Yosua saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.


Sinyal positif pendengar musik Indonesia untuk Deredia tak lepas dari strategi 'injeksi' lagu daerah. Raynhard Lewis Pasaribu yang menggawangi piano menuturkan, Deredia mengambil lagu daerah Rasa Sayange yang dibawakan dengan gaya khas 1950-an. Ternyata ini berhasil.

"Enggak ada yang enggak tahu lagu itu. Bisa dibilang kami yakin untuk bisa diterima masyarakat banyak. Waktu manggung, yang maju ada naak kecil, dia nyanyi joget. Dia mungkin enggak ngerti, tapi kami seneng karena di situ ada penerimaan," kenangnya.

Tak hanya anak-anak, orang tua juga ikut menyanyi bersama mereka.

Dengan konsep musik itu, Deredia yang dibentuk pada 2014 menelurkan Bunga & Miles.


Belakangan, mereka juga disibukkan album baru. Deredia menyampaikan, sebenarnya album itu sudah siap sejak tahun lalu. Namun mereka merasa belum ada waktu yang pas untuk perilisan.

Momen Pemilu 2019 yang dilanjutkan puasa dan Lebaran membuat album terus tertunda.

"Karena kalau rilis tapi enggak bisa bawain di panggung kan enggak enak, ya sudah tunggu bulan puasa," ujar Yosua. "Setelah Lebaran nih, nantikan dan doakan," tutup Louise. (els/rsa)