Avengers dan Thanos 'Dipanggil' Atasi Kerusuhan 22 Mei

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 11:15 WIB
Avengers dan Thanos 'Dipanggil' Atasi Kerusuhan 22 Mei Netizen menyebut Thanos bakal bisa menghentikan aksi 22 Mei di Jakarta. (Dok. Walt Disney Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerusuhan 22 Mei juga dikaitkan netizen dengan Avengers: Endgame, film laris dari Marvel Studios dan Disney yang saat ini masih tayang di bioskop.

Pengguna akun @Ardimnsyr bahkan mengatakan saat ini Indonesia butuh Thanos, musuh besar Avengers sekaligus penjahat paling kuat dalam Marvel Cinematic Universe. Thanos mati dua kali: dipenggal Thor dan dijadikan abu oleh jentikan jemari Iron Man.

Pun begitu dengan pengguna akun @bejobey_. Dalam sebuah cuitan ia mengunggah foto yang menampilkan permintaan bantuan kepada Thanos melalui pesan singkat.






"Hanya dia yang bisa mengatasi 22 Mei," tulis @bejobey_.

Thanos adalah penjahat yang bermimpi menlenyapkan setengah populasi semesta agar damai dan seimbang. Caranya, dengan mengumpulkan seluruh infinity stones dalam gauntlet dan menjentikkan jemarinya. Separuh populasi pun lenyap menjadi abu.


Tak hanya membahas Thanos, ada netizen berakun @hardimrp yang membandingkan sulitnya menghindari kicauan tentang kerusuhan 22 Mei dengan sulitnya menghindari kicauan berisi beberan alias spoiler Avengers: Endgame.

"Menghindari tweet demo 22 mei sama beratnya menghindari tweet spoiler Avengers Endgame," tulis @hardimrp.

Selain itu, ada netizen yang 'bermain-main' dengan editan foto. Dalam foto yang diunggah pengguna akun @AnugrahArifanto, terlihat Avengers berserta pasukan Wakanda berada di depan Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, kawasan di mana aksi 22 Mei digelar.





Foto tersebut diambil dari salah satu adegan di film Avengers: Infinity War (2018). Tepatnya, saat Avengers bersiap melawan pasukan Thanos di Wakanda.

Netizen memang seakan tidak kehabisan akal mengaitkan satu hal dengan hal lain. Sebelum menyinggung Avengers, mereka mengaitkan kerusuhan 22 Mei dengan Game of Thrones.

Aksi 22 Mei berujung ricuh di beberapa titik di Jakarta. Massa berdemo di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin sejak Selasa (21/5) malam. Setelah membubarkan diri dengan tertib, ada massa lain yang kemudian terprovokasi dan membuat ricuh.


Kawasan Tanah Abang dan Gambir termasuk yang terkena dampak kerusuhan itu.

Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut setidaknya 6 orang meninggal akibat bentrok aksi demo 22 Mei. (adp/rsa)