Musik Baru Taylor Swift Bakal Ada Nada Politik

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 20:10 WIB
Musik Baru Taylor Swift Bakal Ada Nada Politik Taylor Swift kini tak sungkan menyebut bahwa ia akan sedikit 'politis' di album terbarunya nanti. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi Taylor Swift kembali memberi isyarat terkait album barunya yang akan datang menyusul peluncuran lagu "ME!" akhir April lalu.

Musisi yang sebelumnya cukup tertutup untuk mengemukakan pandangan politik itu kini mengatakan bahwa akan ada nada politis dalam musik barunya.

"Saya tentunya berpikir ada nada politis dalam musik baru yang saya buat," katanya dalam sebuah wawancara, dikutip dari Elle.


"Saya tidak berencana berhenti mendorong anak muda untuk memilih dan mencoba membuat mereka berbicara tentang apa yang sedang terjadi di negara kita. Saya pikir itu salah satu hal penting yang bisa saya lakukan," lanjutnya.


Swift pertama kali membuka pandangannya tentang politik pada Oktober 2018, tak lama sebelum pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.

Dalam sebuah unggahan di Instagram, Swift menyampaikan dukungannya pada Phil Bredesen untuk Senat dan Jim Cooper untuk Dewan Perwakilan Rakyat.

"Saya menulis unggahan ini tentang pemilu paruh waktu pada 6 November nanti, yang mana saya akan memilih untuk negara bagian Tennessee," tulis Swift.

"Di masa lalu, saya enggan memublikasikan suara opini politik saya, tapi karena sejumlah kejadian dalam hidup saya dan di dunia selama dua tahun terakhir, saya merasa penting berbuat beda tentang itu saat ini," lanjutnya.


Swift menyebut dirinya selalu memilih perwakilan rakyat yang dianggap melindungi dan berjuang untuk hak asasi manusia yang ia nilai dibutuhkan bagi Amerika Serikat.

"Saya percaya dalam perjuangan hak-hak LGBTQ, dan segala diskriminasi berdasarkan orientasi seksual atau gender adalah salah," kata Swift.

"Saya percaya bahwa rasisme sistemik yang masih kita lihat di negara ini terhadap orang kulit berwarna amat menakutkan, memuakkan, dan merata," lanjutnya.

"Saya tidak dapat memilih orang yang tidak mau berjuang untuk kemuliaan seluruh orang Amerika, tak peduli warna kulitnya, gender, atau siapa yang mereka cinta," kata pelantun Out of the Woods itu.

[Gambas:Instagram]

Menurut Buzzfeed, unggahan Instagram Swift itu menyebabkan lonjakan pendaftaran pemilih secara nasional.

"Kami memiliki hingga 65 ribu pendaftaran dalam periode 24 jam tunggal sejak unggahan Taylor Swift," kata Kamari Guthrie, direktur komunikasi untuk organisasi nirlaba Vote.org.

Namun kini, para penggemar harus bersabar untuk bisa mendengar apa yang dimaksud oleh Swift soal "nada politis" di album barunya nanti. Hingga kini, Swift sendiri masih banyak bungkam soal detail peluncuran serta judul album ketujuhnya itu.

[Gambas:Youtube] (agn/end)