YG Entertainment Diduga Ikut 'Bermain' dalam Kasus B.I 'iKon'

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 15:04 WIB
YG Entertainment Diduga Ikut 'Bermain' dalam Kasus B.I 'iKon' Masalah yang menimpa B.I iKon turut menyeret agensinya YG Entertainment yang diduga punya 'permainan' dengan kepolisian. (screenshot via Instagram/@shxxbi131)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok berinisial A yang diduga terlibat dalam obrolan bersama penyanyi Kim Han Bin atau B.I yang merupakan leader boyband iKon, disebut melapor ke Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil. Pasalnya, ada kecurigaan tentang hubungan tersembunyi antara YG Entertainment dengan kepolisian.

Pada Rabu (12/6), dikabarkan bahwa empat tahun silam, B.I diduga berusaha membeli narkoba dari seseorang berinisial A. Dalam investigasi awal, A menyatakan telah mengantar LSD untuk B.I, namun ketika ditanya lagi, dia mengubah kesaksian. Menurutnya, meski dia dan B.I mendiskusikan kemungkinan membeli narkoba, dia tak pernah mendapatkannya untuk B.I.

Kini, muncul dugaan bahwa Yang Hyun Suk, CEO agensi YG Entertainment telah mempengaruhi pernyataan A saat itu. Menanggapinya, YG Entertainment berkata mereka menemui A hanya untuk mengetahui kesaksian A tentang B.I.


Melansir Soompi, sebuah artikel Newsis pada Kamis (13/6) menyebut bahwa pada 4 Juni lalu, secara anonim A telah menyerahkan dokumen ke Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil tentang YG Entertainment yang diduga menutupi kasus itu menggunakan kekuatan hubungan dengan polisi. Dokumen tersebut diserahkan melalui pengacara Bang Jung Hyun, yang sebelumnya juga mengirim data percakapan KakaoTalk terkait kasus Seungri yang juga menghebohkan sejak awal tahun ini. 


Dikatakan dokumen yang sama juga memuat informasi tentang B.I dan obat-obatan terlarang, intervensi YG dengan polisi dalam investigasi A pada 2016, kecurigaan hubungan kepolisian dengan YG, dan informasi pelengkap yang belum diungkapkan.

Sebuah sumber dalam mengatakan, A memutuskan menyerahkan dokumen rahasia itu setelah melihat kasus Burning Sun yang belum terselesaikan dengan jelas. "Sejauh yang saya tahu, meskipun dia [A] bisa dihukum [karena penggunaan narkoba], dia memberikan dokumen itu setelah curiga ada hubungan antara Burning Sun dengan polisi," ujarnya.

Belum selesai masalah Seungri yang juga dinaungi agensi YG Entertainment, timbul perkara baru terkait B.I, leader iKon. (JUNG Yeon-Je / AFP)

Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil disebut segera membentuk tim khusus untuk meninjau laporan itu. Jika ternyata informasi yang dimuat adalah kredibel, mereka akan melanjutkan kasus ke polisi atau penuntut. Di Korea, melapor ke Komisi memang dimungkinkan secara anonim.

Ledakan masalah disulut oleh Dispatch yang melaporkan bahwa B.I dituduh berusaha membeli obat-obatan terlarang. Tak lama, B.I mengumumkan pengunduran diri dari iKon, disusul YG Entertainment mengkonfirmasi berakhirnya kontrak B.I. Sebelumnya, pihak agensi membantah kabar B.I membeli narkoba tersebut dengan mengatakan mereka selalu mengawasi para artis dengan ketat, termasuk mengadakan tes narkoba dua bulan sekali.

"YG secara ketat mengelola penggunaan narkoba dari artis kami. B.I tidak memiliki hubungan dengan kasus narkoba pada 2016. YG membeli kit tes dasar narkoba setiap dua bulan dari Amerika Serikat dan melakukan tes narkoba. iKON juga menjalani pemeriksaan urine sebelum promosi mereka. Termasuk B.I, dan tidak ada anggota yang dites positif [hasilnya]," demikian pernyataan YG.


Di tengah kebingungan dan kericuhan terkait YG Entertainment, penggemar turut bereaksi dengan meluncurkan petisi yang meminta penangguhan segala kegiatan artis YG.

Petisi itu dibuat dan disebut ditempelkan di papan buletin kantor pemerintahan pada Rabu kemarin. Pembuatnya menulis, "Artis-artis YG Entertainment secara konstan terlibat dalam kasus narkoba dan ganja dan seharusnya berhenti dari semua aktivitas dan pemberitaan."

"YG Entertainment menaungi sejumlah besar penyanyi idol, aktor dan penghibur. Belakangan ini, ada begitu banyak skandal narkoba. Ini memang hanya kecurigaan, tetapi ada terlalu banyak masalah yang terjadi dalam satu agensi, yang menunjukkan ada masalah dalam perusahaan," lanjut petisi itu.

"Mereka [para artis] harus berhenti dari segala aktivitas di semua media penyiaran, dan investigasi internal menyeluruh harus dilakukan terhadap agensi," kata si pembuat petisi.

[Gambas:Video CNN] (rea)