Festival jazz besutan Djaduk Ferianto, Butet Kertaradjasa, dan Sigit Pramono mendatang mengangkat tema 'Jazz Gunung 2019: Jazz Bersaksi untuk Ibu Pertiwi'.
"Jazz Gunung lahir untuk merajut keberagaman. Melalui jazz, semoga kita bisa merajut kembali keberagaman yang sempat terkoyak," ujar Sigit dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya musisi dalam negeri, Festival Jazz Gunung Bromo juga dipanaskan oleh sejumlah musisi luar negeri seperti kuartet jazz asal Perancis, Voyager 4, dan grup acid-jazz asal Belanda, Tristan. Nama-nama pengisi acara lain meliputi Ring of Fire Projects, Candra Darusman Projects, Sierra Soetedjo, Tompi, Idang Rasjidi, Mus Mujiono, Gugun Blues Shelter, Yuri Mahatma Quartet, Debu, Geliga dan Nita Aartsen Kwartet berkolaborasi dengan Rene Calvin, Antonio Marcos dan Pablo Calzado. Festival ini memilih lokasi di Amfiteater Bromo, Jiwa Jawa Resort, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur.
Jazz Gunung Bromo telah membuka penjualan tiket dengan harga bervariasi, baik untuk harian maupun terusan. Harga dibanderol mulai dari Rp450 ribu hingga Rp1,250 juta, dan Rp800 ribu sampai Rp2 juta untuk calon penonton yang ingin menyaksikan semua penampil selama dua hari berturut-turut.
Harga berbeda diterapkan di Jazz Gunung Ijen yang hanya berlangsung selama satu hari. Tiket reguler bisa didapat dengan harga Rp500 ribu, dan Rp800 ribu untuk kelas premium.
[Gambas:Video CNN] (taj/rea)