Kisruh Aset Musik Taylor Swift dengan Manajer Justin Bieber

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 11:33 WIB
Kisruh Aset Musik Taylor Swift dengan Manajer Justin Bieber Taylor Swift menyempatkan diri 'curhat' di Tumblr terkait aset musik yang dipegang oleh label lamanya, Big Machine Records. (screenshot via YouTube/@TaylorSwiftVEVO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taylor Swift menyampaikan keluh kesah atas aset karya-karya miliknya yang masih dipegang label musik lamanya, Big Machine Records. Ia mengungkapkan sejak lama ingin membeli dan memegang hak secara penuh atas karya-karyanya terdahulu.

Namun ia dipersulit oleh pemilik label tersebut yang kemudian justru menjual aset tersebut ke orang lain yakni manajer Justin Bieber, Scooter Braun, orang yang dianggap Swift ikut menjatuhkannya saat terjadi drama dengan Kim Kardashian dan Kanye West pada 2016 silam.

"Beberapa fakta menyenangkan tentang berita hari ini: saya mengetahui tentang pembelian Scooter Braun atas master [musik] saya saat diumumkan ke dunia. Yang bisa saya pikirkan hanyalah intimidasi yang tidak berkesudahan dan manipulatif yang saya terima selama bertahun-tahun," tulis Swift dalam unggahan di akun Tumblr miliknya.


Dia pun merujuk kejadian ketika Kim Kardashian membocorkan panggilan telepon yang direkam secara ilegal, di mana Braun lantas melibatkan dua orang kliennya untuk menjatuhkan Swift di media sosial. Di tulisan Tumblr tersebut, Swift juga menampilkan ulang unggahan Bieber. Pada 2016, Bieber pernah mengunggah foto tangkapan layar yang menunjukkan dirinya sedang melakukan panggilan video bersama Braun dan Kanye West. Di foto itu, Bieber menambahkan tulisan, "Taylor swift what up.


"Ini Scooter Braun, [dia] merundung saya di media sosial ketika saya sedang berada di titik terendah. Dia akan memiliki semua musik yang pernah saya buat," tulis Swift di foto Bieber, West dan Braun.

"Sekarang Scooter telah menjauhkan saya dari pekerjaan sepanjang hidup saya, bahwa saya tidak diberi kesempatan untuk membeli (aset musik). Pada dasarnya, warisan musik saya akan berada di tangan seseorang yang mencoba menghancurkannya," tambah penyanyi yang baru saja merilis kolaborasi bersama Katy Perry itu.

Sebelumnya, Swift mengungkapkan ia telah berusaha memiliki hak tersebut seutuhnya. Hanya saja sang pemilik label, Scott Borchetta dianggapnya seperti sengaja menghalangi dan meraih lebih banyak keuntungan.

"Selama bertahun-tahun saya bertanya, memohon kesempatan untuk memiliki hasil kerja saya. Alih-alih, saya diberi kesempatan untuk menandatangani (memperbarui) kontrak dengan Big Machine Records dan 'mendapatkan' satu album, satu (album lama) untuk setiap album baru yang saya masukkan," tulis Swift. 


Swift pun mengaku menyerah dan memutuskan mundur dari label, sekalipun harus memasrahkan karya-karyanya di tangan Big Machine Records.

"Saya keluar karena saya tahu begitu saya menandatangani kontrak itu, Scott Borchetta [pemilik Big Machine Records] akan menjual label, dengan demikian menjual saya dan masa depan saya," lanjut Swift.

"Saya harus membuat pilihan luar biasa untuk meninggalkan masa lalu saya. Musik yang saya tulis di lantai kamar tidur dan video yang saya impikan dan bayarkan dari uang yang saya peroleh bermain di bar, lalu klub, lalu arena, lalu stadion."

Tidak hanya itu, Swift juga mengatakan bahwa sebelum keluar dari label, dia telah memohon pada Borchetta agar tak melepasnya kepada Braun. Namun, pada akhirnya ia dikhianati.

"Tidak pernah dalam mimpi terburuk saya, saya membayangkan pembeli itu adalah Scooter. Setiap kali Scott Borchetta mendengar kata 'Scooter Braun' keluar dari mulut saya, itu adalah saat saya menangis atau berusaha untuk tidak menangis. Dia tahu apa yang dia lakukan dan mereka berdua melakukannya. Mengontrol seorang wanita yang tidak ingin dikaitkan dengan mereka. Dalam keabadian. Itu artinya selamanya," lanjut Swift.

Justin Bieber pun angkat suara untuk membela manajernya, Scooter Braun. (REUTERS/Mario Anzuoni)

Menanggapi hal tersebut, Justin Bieber ikut buka suara dan membela sang manajer Scooter Braun. Dia juga meminta maaf atas unggahan pada 2016 silam dan menyebut bahwa percakapan itu sebenarnya tak melibatkan Braun, seperti yang diungkap Swift.

"Hai Taylor. Pertama-tama saya ingin meminta maaf karena mengunggah unggahan di Instagram yang menyakitkan itu, pada waktu itu saya pikir hal itu lucu, tapi melihat ke belakang itu tidak menyenangkan dan tidak sensitif," tulisnya di awal.

"Saya harus jujur itu adalah unggahan dan tulisan saya dari tangkapan layar saat menelepon Scooter dan Kanye, tapi dia (Scooter) tidak ada hubungannya dengan itu dan itu bahkan bukan bagian dari percakapan sebenarnya. Bahkan dia (Scooter) adalah orang yang mengatakan kepada saya untuk tidak bercanda seperti itu," lanjutnya.

Bieber pun mengatakan bahwa Braun sebenarnya mendukung Swift sejak mereka masih berteman baik. Oleh karenanya, suami Hayley Baldwin itu berpendapat bahwa Swift saat ini berlaku tidak adil terhadap Braun.


"Apa yang ingin kau dapat dengan membuat unggahan itu? Bagi saya, ini sepertinya agar mendapat simpati dan kau tahu ini akan membuat penggemarmu merundung Scooter. Ngomong-ngomong, satu hal yang saya tahu adalah Scooter dan saya mencintaimu. Saya rasa satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik adalah melalui komunikasi," tambahnya.

[Gambas:Instagram]

Sementara di pihak Swift, sejumlah selebriti telah mengambil sikap untuk mendukungnya. Di antaranya ada Halsey, sutradara Joseph Kahn, Katy Perry, dan lainnya.









[Gambas:Video CNN] (agn/rea)