Review Film: '0.0 MHz'

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 18:46 WIB
Review Film: '0.0 MHz' Film '0.0 MHz' merupakan film horor yang berasal dari webtoon populer di Korea. (dok. Smile Ent/Capital One/Korean Film Council)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sulit menjelaskan betapa konyol film horor 0.0 MHz. Saya sejujurnya sedikit berekspektasi terkait film ini mengingat diadaptasi dari webtoon buatan Jang Jak yang populer di Korea Selatan.

Bukan hanya itu, film yang disutradarai Yoo Sun-dong ini juga dibintangi anggota APink Jeong Eun-ji serta anggota Infinite, Lee Sung-yeol yang menarik perhatian ketika bermain drama.

Film 0.0 Mhz menceritakan sekelompok mahasiswa pecinta hal-hal supernatural yang ingin membuktikan sendiri teori 0.0 MHz, frekuensi gelombang otak manusia yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan roh dunia lain.


Saya semakin semangat menonton ketika cara mereka memperlihatkan lokasi eksperimen, yakni sebuah rumah berhantu di desa terpencil. Film ini bahkan sempat menunjukkan 'kehebatan' para hantu di bagian awal.

Ekspektasi semakin tinggi saat Eun-ji, Sung-yeol, Shin Joo-hwan, Choi Yoon-young dan Jung Won-Chang mulai memasang segala macam peralatan seperti kamera, radio, komputer hingga alat pemanggil hantu seperti hati segar binatang, boneka dan jarum.

Adegan itu mengingatkan saya dengan film horor Korea Selatan 'Gonjiam: Haunted Asylum', yang juga mengisahkan sekelompok anak muda yang ingin uji nyali di lokasi berhantu. Gonjiam bahkan disebut terinspirasi dari cerita 0.0 Mhz ini.

Gonjiam pun menuai banyak pujian ketika tayang. Gonjiam yang dirilis setahun sebelumnya mendapat 6.1/10 di IMDB dan nilai tinggi dari Rotten Tomatoes. Sehingga sebenarnya wajar bila ada ekspektasi saat akan melihat 0.0 MHz.
Review Film: '0.0 MHz'Film 0.0 Mhz menceritakan sekelompok mahasiswa pecinta hal-hal supernatural yang ingin membuktikan sendiri teori 0.0 MHz. (dok. Smile Ent/Capital One/Korean Film Council)
Namun, ekspektasi itu luluh lantak setelah melihat proses eksperimen para remaja di film ini. Tak ada satu pun adegan yang benar-benar bisa membuat takut. CGI ketika hantu muncul bahkan bisa membuat tawa penonton.

Teknologi dan segala macam teori yang mereka gembar-gemborkan di awal sama sekali tak terlihat sepanjang film.

Bahkan lebih parah. 'Pameran' penggunaan kamera yang sempat ditunjukkan di bagian awal justru nyaris tak digunakan sama sekali.

Kamera-kamera yang dibawa oleh para pemain hanya sekadar properti syuting. Hal ini berbeda dengan Gonjiam yang mirip dengan Paranormal Activity.

Sebenarnya bukan hal yang salah ketika sutradara Yoo Sun-dong ingin menggunakan sudut pandang ketiga untuk menarasikan film ini. Hanya saja, lagak percobaan 'memburu hantu' menjadi mubazir dan 'PHP' alias pemberi harapan palsu.

Tak hanya itu, Yoo Sun-dong juga terlihat seperti bingung dalam membawakan film ini. Film berdurasi 102 menit ini seperti dibuat terburu-buru sebab ada banyak hal yang masih menyisakan tanda tanya usai menonton.

Sutradara dan penulis naskah juga gagal memanfaatkan sumber daya dalam cerita dengan baik. Misal, kemunculan penduduk desa sebenarnya bisa menjadi penolong untuk meningkatkan 'aura mistis' namun itu justru tak memiliki porsi yang cukup.

Sedangkan, bagian 'receh' seperti ciuman justru mendapatkan durasi yang cukup siginifikan. Hal itu jadi sebuah pertanyaan mengingat film ini berkategori horor bukannya romantis apalagi 17+.

Hal lain yang membuat film ini semakin tak menjanjikan adalah ada banyak 'bagian hilang' dari film ini. Bagian tersebut terkait dengan latar belakang para karakter yang sempat disinggung namun tak secara detail.

[Gambas:Youtube]

Film ini pada dasarnya sama sekali tak menawarkan sesuatu yang baru bagi penggemar film horor. Film 0.0 MHz tak lebih baik ketimbang film-film serupa yang pernah tayang.

Kemampuan akting Eun-ji selaku pemeran utama dan Sung-yeol tak begitu bersinar di film ini. Namun, kemampuan akting Choi Yoon-Young patut diacungi jempol. Shin Joo-hwan pun berhasil membangkitkan emosi penonton.

Film perdana Eun-ji Apink serta Sung-yeol ini bisa dinikmati di jaringan bioskop Cinemaxx serta CGV mulai 17 Juli.

(end)