Ulasan Konser

Ayunan Santai Warpaint di We The Fest 2019

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 21:10 WIB
Ayunan Santai Warpaint di We The Fest 2019 Warpaint 'mengayun' santai penonton di We The Fest 2019. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saya adalah salah satu orang yang paling bahagia ketika Warpaint dipastikan tampil di We The Fest 2019. Selama ini hanya mendengar via layanan musik streaming dan tidak sempat menyaksikan kala mereka datang ke Jakarta pada 2017 silam.

Tentu, kesempatan menonton band asal Amerika Serikat ini tidak akan disia-siakan. Bahkan saya sudah di barisan depan 45 menit sebelum mereka tampil. Kapan lagi melihat Warpaint dari dekat, belum tentu mereka balik lagi ke Indonesia.

Tepat pukul 20:05 WIB, Warpaint naik panggung. Stella Mozgawa (drum), Jenny Lindberg (bas/vokal), Theresa Wayman (gitar/vokal) dan Emily Kokal (gitar/vokal) muncul dari belakang secara berturut, pengunjung yang telah menunggu bersorak.


Stella langsung duduk di set drum, Jenny menyelempangkan bas Rickenbacker berwarna putih, Emily menyelempangkan gitar Fender Jaguar dan pun begitu dengan Stella. Tanpa bicara mereka memulai penampilan dengan lagu Heads Up, Stars, Whiteout dan Love Is To Die.


Empat lagu itu dibawakan dengan baik tanpa cacat. Suara semua alat musik dan vokal seimbang, tidak kurang dan tidak juga berlebihan. Penonton yang hafal tidak berhenti bernyanyi mengikuti Emily dan Theresa, sesekali mereka menodongkan mik ke arah pengunjung

Banyak juga penonton yang bergoyang santai sembari memejamkan mata ketika mendengar suara bas dan gitar yang mengayun. Saya turut bergoyang, hanyut dalam penampilan mereka yang santai namun sangat nyaman untuk dilihat dan didengar.

Diayun Santai oleh Warpaint di We The Fest 2019Jenny Lindberg (bas/vokal) Warpaint yang kerap terlihat 'tenggelam' dalam musik. (Foto: CNN Indonesia/M Andika Putra)

Pandangan saya hampir tidak lepas dari Jenny. Ia terlihat sangat menikmati memainkan bas, sesekali memejamkan mata dan menggoyangkan badan sesuai ketukan lagu. Aksinya mengingatkan saya pada Flea, basis Red Hot Chili Peppers.

Selama tampil kurang lebih satu jam, band yang terbentuk sejak 2004 ini jarang berkomunikasi dengan penonton. Interaksi yang efektif mereka lakukan adalah menodongkan mik ke arah pengunjung, dan sesekali Emily maju ke bibir panggung.

Mereka hanya menyapa penonton dengan singkat di jeda lagu. Seperti sebelum menyanyikan lagu Undertow, Theresa mengucapkan terima kasih karena telah mengundang Warpaint kembali ke Jakarta. Sementara Emily hanya berkata singkat, "Let's party".


Warpaint seakan tidak butuh banyak komunikasi banyak untuk memanaskan dan membuat pengunjung larut dalam lagu. Lewat aksi panggung yang santai, minimalis dan asyik, mereka sudah bisa memuaskan penonton.

Terlebih Emily kerap bergoyang santai cukup lama yang membuat banyak penonton terpukau. Ia kerap berjoget pada bagian-bagian instrumen lagu Elephants, So Good dan Disco//Very. Menyaksikan Warpaint secara langsung adalah pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan.

Penampilan paling menarik dari Warpaint adalah ketika membawakan New Song yang merupakan salah satu hit. Berbeda dengan versi asli, lagu itu dibawakan dengan aransemen berbeda. Intro New Song menjadi lebih panjang dari pada versi asli, dimulai dengan petikan gitar Theresa, petikan bas Jenny dan pukulan drum Stella. Emily, asyik bergoyang naik turun. Penampilan yang tidak akan terlupakan.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)