Zion.T, Usaha Keras Sang Musisi Introvert

Tim, CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 16:37 WIB
Zion.T, Usaha Keras Sang Musisi Introvert Solois Zion.T membutuhkan waktu dan usaha ekstra sebelum menggenggam kesuksesan. (dok. YouTube/1TheK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kim Hae-sol atau yang dikenal sebagai Zion.T adalah solois pria Korea Selatan yang bernaung di bawah label Black Label, sebuah anak perusahaan dari YG Entertainment, sejak 2016.

Lahir pada April 1989, Zion.T mengawali debut pada April 2011 lewat lagu ciptaan sendiri bertajuk Click Me, berkolaborasi bersama Dok2. Setelahnya, ia sempat melepas beberapa proyek kolaborasi lain bersama para penyanyi hip hop Korsel, seperti Simon D, Primary, dan Choiza dari Dynamic Duo. Saat itu, ia masih berada di bawah payung Amoeba Culture.

Pada 2013, ia kembali dengan debut studio album bertajuk Red Light, mengunggulkan lagu Babay, berkolaborasi dengan Gaeko. Album ini mendapat sambutan amat baik, membuat Zion.T makin percaya diri dalam berkarya. Sejak saat itu, ia membuat berbagai proyek dan meninggalkan jejak mengesankan seperti dalam Deja Boo yang termuat di album debut solo mendiang Jonghyun SHINee, serta bersama Crush dalam Just.


Di tahun yang sama, pria yang dikenal berkawan dekat dengan Crush itu kembali mencetak hit dengan single digital Yanghwa BRDG (dibaca Yanghwa Bridge). Lagu ini menjadi pencapaian tersendiri, karena lantas Zion.T jadi dikenal publik, dan berhasil menggapai audiens yang lebih luas.

Yanghwa BRDG disanjung sebagai lagu yang 'jujur'.

[Gambas:Youtube]

Kejujuran tampaknya menjadi poin penting dalam musik Zion.T. Di awal karier, ia sempat mengkhawatirkan warna vokal yang ia rasa 'tak pantas', namun orang-orang terdekatnya meyakinkan ia, bahwa permasalahan terletak di musik, bukan vokal. Menurut mereka, lagu-lagu Zion.T kurang terasa emosinya.

Sebagai musisi, Zion.T ingin musiknya menyentuh pendengar, ia ingin menyampaikan perasaan dan pemikiran. Pria yang piawai memainkan piano itu pun menjauhkan diri dari musik selama 9 bulan, sampai akhirnya ia menemukan cara untuk menuangkan emosi dalam nada.

Zion.T, Usaha Keras Sang Musisi IntrovertZion.T sempat berhenti bermusik selama 9 bulan, sampai berhasil menemukan cara menuangkan emosi dalam lagu. (dok. YouTube/1TheK)

Dalam sebuah wawancara, Zion.T mengakui dirinya adalah seorang perfeksionis. Hal itu kerap membuatnya tak puas dengan hasil pekerjaannya sendiri. Terlebih, ia pernah mempelajari musik di universitas, sampai akhirnya merasa sekolah tak sesuai untuknya.

Zion.T bukanlah seorang yang gemar bergaul dengan sesama pesohor. Melansir Naver, dalam sebuah wawancara ia pernah berkata pendek, "Saya tak punya teman selebriti."

Namun hal itu tak menghentikan pria yang menganggap kacamata sebagai koleksi 'keramat' tersebut. Tercatat, ia memenangkan dua penghargaan di Mnet Asian Music Awards pada 2015, naik ke podium di Golden Disk Awards 2016, dan terus merilis kolaborasi dengan musisi Korsel lain, termasuk penyanyi senior Lee Moonse dengan Snow (2017) dan Seulgi Red Velvet dalam Hello Tutorial (2018).

Di bulan Juni, Zion.T diumumkan akan menggelar konser untuk pertama kalinya pada 18 Agustus mendatang. Namun selang seminggu sebelum acara, promotor menyatakan konser itu dibatalkan atas permintaan agensi Zion.T.

Tidak disebutkan alasan persis konser itu dibatalkan. Pada Senin (12/8), promotor hanya mengatakan bahwa penggemar yang telah membeli tiket akan mendapatkan uang mereka kembali dengan mengikuti regulasi yang berlaku.

[Gambas:Video CNN] (taj/rea)