Spider-Man Keluar dari Marvel, Putri Stan Lee Salahkan Disney

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 03:41 WIB
Spider-Man Keluar dari Marvel, Putri Stan Lee Salahkan Disney Spider-Man menjadi topik sengketa terpanas dari semesta Marvel dalam beberapa hari belakangan ini. (Chuck Zlotnick/Sony Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak mendiang Stan Lee, Joan Celia Lee, menyalahkan Marvel Studios dan Disney terhadap pemutusan kerja sama dengan Sony Pictures. Pemutusan kerja sama itu menyebabkan karakter Spider-Man keluar dari Marvel Cinematic Universe (MCU).

Stan merupakan salah satu komikus dan penulis di Marvel Comics. Ia sangat berjasa karena membuat banyak karakter, salah satunya Spider-Man. Semasa hidup, ia sering muncul sebagai kameo dalam film-film MCU.

"Marvel dan Disney yang menginginkan kendali penuh atas karya ayah saya harus diawasi dan diseimbangkan oleh, walau [sama-sama] mencari untung, pihak yang menghormati Stan dan warisannya," kata Joan.


Ia melanjutkan, "Baik itu Sony (yang memiliki lisensi resmi Spider-Man) atau pihak lain. Perubahan karakter dan warisan Stan butuh pandangan dari berbagai pihak."

Pernyataan Joan merujuk pada Disney yang meminta memiliki 50 persen lisensi Spider-Man dari Sony. Dengan begitu Marvel dan Disney bisa leluasa mengembangkan karakter Spider-Man dan mendapat untung yang lebih banyak dari film.

Lisensi Spider-Man dibeli dari Marvel Entertainment pada 1985 dan sempat berpindah ke sejumlah perusahaan, sampai akhirnya jatuh ke tangan Sony. Kala itu Sony membeli lisensi Spider-Man seharga US$10 juta ditambah 5 persen dari pendapatan kotor setiap film Spider-Man.

Lebih lanjut, Joan mengingat bagaimana perlakuan Marvel dan Disney ketika Stan meninggal pada November 2018 dalam usia 95 tahun. Ia menilai Marvel dan Disney memperlakukan ayahnya dengan buruk.

"Ketika ayah saya meninggal, tidak ada seorang pun dari Marvel dan Disney yang menghubungi saya. Sejak awal, mereka membuat komersialisasi karya ayah saya dan tidak menghormati warisannya," katanya.
Spider-Man merupakan karakter 'kesayangan' Stan Lee, salah satu pendiri Marvel Comics. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bukan hanya Joan, Sony juga menyalahkan Disney. Melansir The Hollywood Reporter, rumah produksi itu sekaligus menyatakan kekecewaan terhadap bos Marvel Kevin Feige yang tak akan lagi bertindak sebagai produser utama film waralaba itu.

"Banyak berita hari ini tentang Spider-Man yang telah menyalahartikan diskusi baru-baru ini tentang keterlibatan Kevin Feige dalam waralaba," tulis pernyataan Sony.

"Kami kecewa, tapi menghormati keputusan Disney untuk tidak membuatnya [Kevin Feige] melanjutkan sebagai produser utama dari film live-action Spider-Man kami berikutnya," tambahnya.

Sony kemudian mengatakan bahwa kemungkinan alasan Feige, yang mengatur Marvel Cinematic Universe, melepas Spider-Man lantaran ia memiliki terlalu banyak urusan. Terlebih, mengingat Disney baru-baru ini memperoleh karakter Marvel tambahan melalui akuisisi 21st Century Fox.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)