Olimpiade 1992, Momen Haru Laura Basuki Jadi 'Susi Susanti'

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 04:59 WIB
Olimpiade 1992, Momen Haru Laura Basuki Jadi 'Susi Susanti' Biopik 'Susi Susanti: Love All' disebut memiliki nilai nasionalisme tinggi. Film ini akan tayang pada 24 Oktober mendatang. (Foto: Time International Film)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengangkat kehidupan seorang atlet legendaris ke layar lebar bukan perkara mudah. Daniel Mananta selaku produser biopik Susi Susanti: Love All mengetahuinya. Ia telah berangan tentang biopik ini sejak delapan tahun lalu, dan ketika mewujudkannya, melalui banyak rintangan.

Setelah berdiskusi dengan Susi Susanti sendiri, Daniel masih harus bersabar untuk mendapatkan penulis naskah yang tepat. Di sela-sela proses, mereka menyempatkan riset dengan mengumpulkan berbagai potongan media cetak yang menulis tentang Susi, atlet badminton yang pernah membuat bendera Indonesia berkibar di Olimpiade Barcelona 1992.

Olimpiade Barcelona 1992 tak ayal menjadi salah satu momen terpenting dalam biopik Susi Susanti: Love All. Laura Basuki, aktris yang dipercaya berperan sebagai Susi, menjelaskan bahwa dirinya tergetar ketika melakoni adegan jadi juara peraih medali emas Olimpiade.


Di trailer Susi Susanti: Love All, Laura Basuki terlihat emosional. Dia berdiri dengan mata berkaca-kaca, memandangi bendera bangsa Indonesia yang ditempatkan di antara China dan Korea.

Ditemui di acara perilisan trailer Susi Susanti: Love All di Jakarta, Rabu (18/9), Laura mengungkapkan dirinya begitu gugup saat proses pengambilan gambar, sampai merasa merinding.

"Merinding beneran, karena benar-benar dipasang lagu Indonesia Raya dan bendera benar-benar naik," katanya.

Nasionalisme menjadi salah satu unsur terkuat dalam biopik. Daniel menyatakan Susi Susanti: Love All akan memiliki konflik dari banyak aspek, mulai keluarga, sampai rasa cinta Susi pada badminton, Indonesia, dan Alan Budikusuma yang kemudian ia nikahi. Hal itu juga tergambar di trailer film, di mana kewarganegaraan Susi digambarkan bermasalah karena ia dianggap bukan pribumi.

"Surat kewarganegaraan saya enggak keluar-keluar," kata Laura Basuki sebagai Susi Susanti dengan tegas, menjawab pertanyaan seorang wartawan tentang persiapannya jelang Olimpiade Atlanta 1996.

"Saya tidak perlu menganggap diri [sebagai orang Indonesia]. Saya orang Indonesia. Selamanya, saya orang Indonesia," kata 'Susi Susanti' kemudian di akhir trailer, seraya menatap langsung ke arah kamera.
Olimpiade 1992, Momen Haru Laura Basuki di Film 'Susi SusantiLaura Basuki yang berperan sebagai Susi Susanti mengaku merinding mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang seiring naiknya bendera kebangsaan ketika syuting adegan juara di Olimpiade 1995. (Foto: Time International Film)
Daniel Mananta berharap, rilis Susi Susanti: Love All yang berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober bisa menambah nilai cinta bangsa. Ia pun menyinggung salah satu isi Sumpah Pemuda yang berbunyi 'Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia'.

"Ini adalah sebuah pengingat yang sangat powerful banget. Meminjam dari cerita Susi Susanti di mana beliau memilih untuk mendedikasikan atau mengabdikan dirinya tetap untuk Indonesia, karena beliau adalah bangsa Indonesia," ujar Daniel.

Selain Laura Basuki, Susi Susanti: Love All menampilkan akting dari Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma, didukung Lukman Sardi, Jenny Zhang, Rafael Tan, dan Nathaniel Sulistyo yang berperan menjadi orang-orang penting dalam karier dan kehidupan Susi. Biopik ini diproduksi Damn I Love Indonesia Movies bersama Oreima Films, East West Synergy dan Melon Indonesia.

Film Susi Susanti: Love All dijadwalkan tayang pada 24 Oktober mendatang.

[Gambas:Video CNN] (rea)