Polisi Mengaku Sulit Temukan Bukti di Kasus Prostitusi YG

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 05:32 WIB
Polisi Mengaku Sulit Temukan Bukti di Kasus Prostitusi YG CEO YG Entertainment Yang Hyun-suk terlibat dalam kasus prostitusi di Korea pada 2014. (REPUBLIC OF KOREA OUT JAPAN OUT AFP PHOTO/STARNEWS (Photo by Starnews / Starnews / AFP))
Jakarta, CNN Indonesia -- Divisi Detektif Khusus Provinsi Kepolisian Metropolitan Seoul mengatakan mereka tidak menemukan bukti dari CEO YG Entertainment Yang Hyun-suk terlibat dalam kasus prostitusi di Korea pada 2014.

"Tak ada laporan kejadian hubungan seksual di Korea pada 9 Juli 2014," ucap salah seorang sumber seperti dilansir News1 via Naver.

"Tapi ada kesaksian hubungan seksual di luar negeri pada Oktober 2014. Sulit untuk mengevaluasi itu sebagai pelacuran dengan pertimbangan itu merupakan liburan," tutur sumber tersebut.


Mereka mengatakan dalam penyelidikan dan menginvestigasi laporan keuangan YG Entertainment, polisi memang menemukan bukti transfer tapi tak ada elemen lainnya yang mendukung itu untuk memediasi prostitusi.

"Dari Juli sampai Oktober 2014, ada bukti Yang Hyun-suk bertemu investor dari Asia Tenggara. Tapi tak ada bukti yang secara langsung mengarah ke prostitusi," kata sumber.
yg
Menurut polisi, berdasarkan data yang didapat, pengusaha dari Asia Tenggara lebih banyak mengeluarkan anggaran untuk bersenang-senang selama di Korea ketimbang dari Yang Hyun-suk.

Polisi juga mengaku kesulitan memanggil pebisnis Jho Low karena menjadi buronan interpol.

Atas pertimbangan itu, Kepolisian Seoul berencana tidak mendakwa mantan CEO YG Entertainment Yang Hyun-suk terkait perkara mediasi layanan prostitusi. Hal itu juga berlaku bagi tiga orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. (chri/end)