'Gundala' Diincar Tayang di Luar Negeri

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 10:56 WIB
'Gundala' Diincar Tayang di Luar Negeri Sutradara Joko Anwar menyebutkan bahwa saat ini pihak produser film Gundala tengah dalam proses negosiasi dengan para distributor mancanegara. (dok. Bumilangit Studios/Legacy Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Embel-embel go international selalu jadi kebanggaan termasuk buat para sineas Indonesia. Hanya tinggal menunggu waktu sampai film Gundala 
besutan Joko Anwar bakal tayang di luar negeri. Ditemui di sela peluncuran film Sri Asih, Joko menuturkan Gundala banyak dilirik distributor film mancanegara.

"Terus terang tiap hari banyak orang (distributor film) minta Gundala. Banyak banget. Mereka mau beli Gundala, mau diedarkan di negara mereka," kata Joko pada CNNIndonesia.com di Senayan City, Jakarta, Sabtu (21/9)

"Cuma kan kami cari deal yang paling bagus. Sekarang produser lagi negosiasi."


Meski tidak menyebut secara detail, Joko berkata distributor film itu berasal dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa, juga Asia. Dirinya mengaku tidak memiliki tujuan atau target negara yang ingin disambangi Gundala karena semua diserahkan pada produser.

Berkaca dari pengalaman film Pengabdi Setan, Joko optimis Gundala bakal punya kesempatan serupa. Meski sudah turun layar, film Pengabdi Setan bisa tayang di berbagai negara tanpa kehilangan antusiasme penikmat film.

Di sisi lain, harapan untuk 'menembus' Oscar seperti yang didengungkan netizen disebut Joko tidak bisa jadi kenyataan. "Enggaklah, Gundala kan film action, mana pernah film action ke Oscar. Oscar enggak ada film action lah," ujar Joko.

Tahun ini, film Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho mewakili Indonesia ke ajang bergengsi Piala Oscar. Joko menilai pilihan itu memang sudah tepat. 

"Filmnya bukan saja dibuat dengan baik secara teknis dan estetika, tapi juga memiliki banyak sekali kelebihan yang bikin film ini luar biasa. Karena film ini sudah diakui oleh banyak festival bergengsi di seluruh dunia, reputasinya baik , dan temanya timely, relevan. Menampilkan wajah Indo yang sangat akurat," kata Joko.

(els/rea)