5 Lagu Pengantar Perlawanan, Efek Rumah Kaca dan Navicula
CNN Indonesia
Jumat, 27 Sep 2019 20:48 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ditandai dengan pergerakan mahasiswa dari berbagai universitas yang turun ke jalan selama dua hari berturut-turut pada Senin (24/9) dan Selasa (25/9), tepatnya di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Mereka membawa tujuh desakan. Mulai dari menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial, batalkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hentikan militerisme di Papua, hentikan kriminalisasi aktivis dan pidanakan korporasi pembakar hutan. Gerakan ini meluas sampai ke berbagai kota di Indonesia.
Bukan hanya disuarakan mahasiswa kemarin, kritik terhadap negara juga disampaikan musisi lewat karya-karya mereka. Berikut playlist sebagai pengantar perlawanan.
Efek Rumah Kaca - Mosi Tidak Percaya
Lagu ini sangat cocok dinyanyikan untuk perlawanan dalam konteks apapun dan kepada siapa pun. Pasalnya lirik tidak membahas secara spesifik permasalahan apa yang sedang dilawan.
Yang pasti, lagu ini ditulis dari sudut pandang pihak yang melawan dan jengah dengan sikap terlawan yang itu-itu saja. Dalam konteks saat ini pihak terlawan bisa dianggap sebagai pemerintah.
Navicula - Mafia Hukum
Dari judul sudah bisa diterka apa yang mau disampaikan Navicula. Band asal Bali ini membahas secara spesifik permainan hukum pihak-pihak yang melakukan korupsi.
Walau sudah dirilis sejak 2013, lagu ini masih tepat untuk perlawanan saat ini. Di mana KPK dilemahkan lewat UU, bukan diperkuat sebagaimana mestinya
[Gambas:Youtube]
Morgue Vanguard (feat. Doyz) - Check Your People
Orang yang biasa mendengar musik hip hop lokal pasti tidak asing dengan Ucok alias Morgue Vanguard. Ia dikenal membuat lagu-lagu kritis terhadap pemerintah.
Tahun lalu Morgue Vanguard bersama Doyz merilis album Demi Masa. Salah satu lagu yang tepat dengan keadaan perlawanan saat ini adalah Check Your People.
Lagu itu secara tidak langsung mengisahkan kondisi pemerintah yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Mulai dari ekonomi yang dimonopoli sampai maraknya korupsi.
Tuan Tigabelas - Fought the System
Lagu ini lebih fokus pada kerusakan lingkungan. Tapi perusak lingkungan tidak mendapat hukuman karena aturan bisa dimainkan dengan uang.
Fought the System dirilis dalam album Senandung Energi Bumi pada 2019. Album itu merupakan kompilasi dari karya-karya bernafaskan kritik sosial dari sejumlah musisi seperti Iksan Skuter dan Sisir Tanah.
[Gambas:Youtube]
.Feast - Kami Belum Tentu
Lagu ini dirilis dalam album mini bertajuk Beberapa Orang Memaafkan. Lahir dari keresahan .Feast terhadap beberapa kejadian di Indonesia, salah satunya Bom Surabaya.
Kami Belum Tentu mengisahkan perasaan rakyat yang tidak terwakili oleh pemerintah. Terasa jelas dari lirik yang berbunyi seperti ini:
Pemimpin di esok hari
(Adakah yang cukup mampu?)
Mewakilkan suara kami
(Jelas tak ada yang tahu!)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)
[Gambas:Youtube] (adp/rea)
Mereka membawa tujuh desakan. Mulai dari menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial, batalkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hentikan militerisme di Papua, hentikan kriminalisasi aktivis dan pidanakan korporasi pembakar hutan. Gerakan ini meluas sampai ke berbagai kota di Indonesia.
Bukan hanya disuarakan mahasiswa kemarin, kritik terhadap negara juga disampaikan musisi lewat karya-karya mereka. Berikut playlist sebagai pengantar perlawanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagu ini sangat cocok dinyanyikan untuk perlawanan dalam konteks apapun dan kepada siapa pun. Pasalnya lirik tidak membahas secara spesifik permasalahan apa yang sedang dilawan.
Navicula - Mafia Hukum
Dari judul sudah bisa diterka apa yang mau disampaikan Navicula. Band asal Bali ini membahas secara spesifik permainan hukum pihak-pihak yang melakukan korupsi.
Walau sudah dirilis sejak 2013, lagu ini masih tepat untuk perlawanan saat ini. Di mana KPK dilemahkan lewat UU, bukan diperkuat sebagaimana mestinya
[Gambas:Youtube]
Morgue Vanguard (feat. Doyz) - Check Your People
Orang yang biasa mendengar musik hip hop lokal pasti tidak asing dengan Ucok alias Morgue Vanguard. Ia dikenal membuat lagu-lagu kritis terhadap pemerintah.
Tahun lalu Morgue Vanguard bersama Doyz merilis album Demi Masa. Salah satu lagu yang tepat dengan keadaan perlawanan saat ini adalah Check Your People.
Lagu itu secara tidak langsung mengisahkan kondisi pemerintah yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Mulai dari ekonomi yang dimonopoli sampai maraknya korupsi.
Tuan Tigabelas serta dalam album kompilasi 'Senandung Energi Bumi' yang rilis pada 2019. (Foto: dok. Westwew Squad) |
Lagu ini lebih fokus pada kerusakan lingkungan. Tapi perusak lingkungan tidak mendapat hukuman karena aturan bisa dimainkan dengan uang.
Fought the System dirilis dalam album Senandung Energi Bumi pada 2019. Album itu merupakan kompilasi dari karya-karya bernafaskan kritik sosial dari sejumlah musisi seperti Iksan Skuter dan Sisir Tanah.
[Gambas:Youtube]
.Feast - Kami Belum Tentu
Lagu ini dirilis dalam album mini bertajuk Beberapa Orang Memaafkan. Lahir dari keresahan .Feast terhadap beberapa kejadian di Indonesia, salah satunya Bom Surabaya.
Kami Belum Tentu mengisahkan perasaan rakyat yang tidak terwakili oleh pemerintah. Terasa jelas dari lirik yang berbunyi seperti ini:
Pemimpin di esok hari
(Adakah yang cukup mampu?)
Mewakilkan suara kami
(Jelas tak ada yang tahu!)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)
[Gambas:Youtube] (adp/rea)
Tuan Tigabelas serta dalam album kompilasi 'Senandung Energi Bumi' yang rilis pada 2019. (Foto: dok. Westwew Squad)