Parlemen Korea Siapkan UU Lawan Komentar Jahat di Internet

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 11:12 WIB
Parlemen Korea Siapkan UU Lawan Komentar Jahat di Internet Ilustrasi perundungan di internet yang dapat menyebabkan depresi. (Foto: BreakingPic/Pexels)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota parlemen Korea Selatan mengajukan Rancangan Undang-Undang 'UU Sulli' untuk mengatasi serangan komentar jahat di media sosial. Rencana itu disampaikan beberapa hari setelah Sulli eks-member f(x) meninggal dunia.

Semasa hidupnya, Sulli kerap menerima komentar jahat dari warganet. Dalam siaran langsung terakhir sebelum meninggal, Sulli sempat mengatakan dirinya bukan orang jahat dan tak ada alasan yang membuatnya layak dicaci.

Melansir World Today, sekitar 100 organisasi seperti Budaya Global dan Solidaritas Seni, Federasi Serikat Buruh Korea dan Serikat Pegawai Pemerintah Korea serta lebih dari 200 artis yang pernah atau sedang menjadi 'korban' mendukung RUU tersebut.


Pembahasan RUU tersebut akan dilakukan secara resmi pada awal Desember atau sekitar 49 hari setelah Sulli meninggal dunia di Gedung Majelis Nasional.

Serupa, Asosiasi Manajemen Hiburan Korea (CEMA) mengatakan akan mengambil langkah tegas dalam memberantas kekerasan siber. Melalui keterangan tertulis, CEMA menuturkan hal itu dilakukan demi mencegah artis lain terluka.

"Serangan verbal dan komentar jahat telah tumbuh menjadi isu serius di masyarakat. Kami tak akan tinggal diam ketika teror di dunia maya melampaui batas seseorang dan menginjak martabat serta melukai orang lain," tulis CEMA.

CEMA merupakan organisasi yang berada di garis depan dalam kemajuan bisnis hiburan Korea dan juga perlindungan terhadap karyawan serta artis. Pada 2016, CEMA bekerja sama dengan Agensi Konten Kreatif Korea (KOCCA) dalam mempromosikan bahasa yang baik di internet.

Namun, hal tersebut tak membuat warganet terutama di Korea berhenti memberikan komentar jahat kepada artis tertentu. Oleh sebab itu, CEMA menegaskan akan menindak tegas pelaku teror dunia maya.

"Kami tidak akan berhenti karena permintaan maaf atau refleksi diri. Kami akan membasmi komentator jahat dengan membuat petisi kepada badan investigasi serta pemerintah sehingga mereka dihukum berat," tutur CEMA.

"Tak ada yang akan dimaafkan. Sekali lagi, kami akan mengambil langkah tegas terhadap komentar jahat yang secara langsung ditujukan kepada pelaku bisnis budaya pop dan artis," CEMA menegaskan.

Terkait Sulli, maknae girlband f(x) tersebut pernah membatalkan tuntutannya setelah mengetahui pelaku komentar jahat tersebut merupakan seorang pelajar. Hal itu dilakukan sebab dirinya tak mau penyerangnya lulus dengan gelar pemberi komentar jahat di internet.

[Gambas:Video CNN] (chri/rea)