Lewat akun Twitter @wordfangs Baskara menjelaskan bahwa bentuk gangguan tersebut bermacam-macam. Di antaranya adalah sesak nafas, kehilangan barang pribadi, sampai tindak pelecehan.
"Teman-teman silakan download dan save di HP. Mulai sekarang, kami akan selalu mensosialisasikan tanda ini ke penyelenggara dan keamanan acara," tulis Baskara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Grrrl Gang Akan Main di SXSW 2020 |
Ia melanjutkan, "Jadi besok-besok enggak harus nunggu diperhatikan performer. Sesama teman-teman penikmat musik/pengunjung juga saling jaga ya."
[Gambas:Twitter]
"Bikin gerakan yuk kalau bisa, buat nebas pelecehan seksual kayak gini. Tanda atau apa gitu?" tulis @Pujanggavati.
Ia melanjutkan, "Kadang kalau ada orang teriak atau ngomong gue juga enggak bisa dengar karena tuli sebelah. Jadi kudu verbal lip reading or sign language."
[Gambas:Twitter]
"Intinya ini semacam pencegahan dan solusi sementara, yang masih harus dicoba. Belum tentu efektif, tapi mendingan daripada enggak gerak sama sekali," kata Baskara kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.
Baskara melakukan gerakan ini karena merasa imbauan untuk tidak melakukan pelecehan seksual sudah tak cukup. Tentu yang sama-sama diharapkan adalah tidak lagi terjadi pelecehan seksual di acara musik. (adp/rea)